Sumur Bor di Grobogan Semburkan Air dan Lumpur Setinggi 40 Meter

Maret 1, 2020
Belum ada gambar

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Pengeboran sumur di LKSA Yatama Center di Dusun Karangasem, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi malah mengeluarkan semburan air setinggi 40 meter. Semburan air itu, mengeluarkan lumpur, pasir, dan air.Akibat kejadian itu, pengeboran di lahan milik Yayasan Yatim Piatu Yatama Center menjadi geger dan didatangi banyak orang. Mereka penasaran pengeboran sumur yang menyemburkan air sampai puluhan meter.Yusro pengurusan Yayasan Yatama Center mengatakan, munculnya semburan air ke atas muncul saat Sabtu pagi (29/2). Sumur bor yang dibuat dari warga Solo tersebut sudah dimulai 26-28 Februari.”Sebenarnya semburan besar muncul pada Sabtu pagi tadi pukul 06.00 pagi. Tetapi semakin siang semakin tinggi. Semburan pertama berupa lumpur dan pasir. Pukul 10.00 pagi semburan sampai 40 meter,” kata Yusro.Dikatakan, setelah selesai pengeboran dengan kedalaman 60 meter. Aktivitas pengeboran sumur sudah selesai. Pada Jumat kemarin juga sudah dipasangi pralon dan siap untuk digunakan.Namun, saat akan dipasang selang yang besar muncul semburan air.”Awalnya hanya satu sampai dua meter semburan air. Tetapi semakin siang semakin tinggi semburanya,” ujarnya.Fenomena sumur bor mengeluarkan semburan air juga menjadi perhatian dari Bupati Sri Sumarni. Usai menghadiri prosesi pelantikan PPK di hotel Kyriad Grand Master Purwodadi Bupati langsung menuju lokasi untuk mengetahui keadaan di lapangan. Bahkan saat itu juga menelpon Dinas terkait untuk segera menangani dan koordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah.Adanya sumur bor mengeluarkan semburan air juga pernah terjadi di lakoasi yang sama. Namun, tempatnya berada di depan masjid di Yatama Center. Saat itu, pengeboran tidak hanya keluarkan api, lumpur dan pasir. Tetapi juga keluarkan gas dan api. Namun, pengeboran pada 2012 lalu berhasil ditutup.Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengatakan, pemantauan untuk semburan air dari sumur bor sudah dilakukan pemantauan di lapangan. Lokasi semburan telah dipasang garis police line. Selain itu, juga kerja sama dengan BPBD dan Dinas ESDM Jawa Tengah.”Kami Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD telah koordinasi dengan ESDM Jawa Tengah. Kami pantau dari pagi sampai sore ini keadaan semburan semakin mengecil dan air bening. Kami tunggu sampai keadaan normal. Setelah itu nanti kami tutup kembali,” kata Agus Prasetowo.Atas kejadian itu, pihaknya menghimbau keapda warga masyarakat agar tidak sembarangan lakukan pengeboran sumur. Sebelum lakukan pengeboran harus ada izin terlebih dahulu.(ks/mun/mal/top/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI