29 Februari: Perhitungan Kabisat sejak 1500 Masehi, Dulu Februari Bulan Terakhir

Februari 29, 2020
Belum ada gambar

Perhitungan ini sedikit berubah saat takhta Kaisar Julius digantikan oleh Kaisar Agustus, khususnya untuk perubahan atau penggantian nama Agustus dengan 31 hari di dalamnya. Perhitungan ini akhirnya menjadi acuan sampai akhirnya muncul Kalender Gregorian oleh Paus Gregorius XIII.“Sejak itu, perhitungan tahun kabisat disempurnakan dengan perhitungan tahun yang tidak hanya habis dibagi empat, namun juga habis dibagi 400,” papar AR Sugeng.Dia berani memastikan bahwa secara keilmuan, tahun kabisat atau lebih dikenal dengan istilah leap year atau tahun panjang tidak begitu menarik dari segi keilmuan. Sebab, perhitungan saat ini bisa dibilang paling sahih dan dapat dipertanggung jawabkan.Sebab itu, tahun kabisat tak lebih spesial dari tahun nonkabisat (tahun pendek). Yang membedakan adalah sosiokultur masyarakat yang hidup dan memaknai peristiwa tersebut.Ada banyak tradisi di berbagai belahan dunia dalam memaknai kabisat. Ada yang merayakan karena dianggap spesial. Misalnya seperti perayaan leap year di ibu kota Kabisat, Texas, USA. Namun, di sebagian daerah lain justru memandang hal itu kurang baik.“Terlepas dari itu, semua hari sama baiknya dan tidak ada yang spesial lebih dari hari lainnya. Ini semua hanya ekspresi sosial budaya saja,” jelas dia. (ves/bun)(rs/ves/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI