Produksi Telur Ayam di Boyolali Lesu, Harga Merangkak Naik

Februari 28, 2020
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Kenaikan harga telur ayam dipicu rendahnya pasokan dari peternak. Disebabkan ayam petelur stres karena kondisi cuaca tak menentu. Kondisi tersebut sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir.Darojat, 35, peternak asal Boyolali mengaku kondisi cuaca tersebut membuat ayam banyak yang mati. Imbasnya produksi telur ayam menurun tiap pekan. Berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan. Namun belum bisa mengatasi kondisi tersebut.“Sudah kami beri obat, tetapi tetap stres. Biasanya sehari dapat 12-14 kotak telur. Tapi sejak musim hujan yang tak menentu, produksi telur turun lebih dari 50 persen,” ujarnya, kemarin (27/2).Turunnya produksi telur mengakibatkan kenaikan harga di pasaran. Dari semula Rp 15 ribu per kilogram (kg), kini jadi Rp 24 ribu per kg. “Telur kami jual ke pasar tradisional langsung. Keuntungan penjualan memang meningkat. Tapi biaya produksi, terutama pembelian pakan tak sebanding dengan hasilnya,” bebernya.Di Pasar Boyolali, harga telur merangkak naik. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Diperkirakan harga telur terus merangkak naik. Apalagi dalam waktu dekat sudah memasuki bulan puasa Ramadan dan Lebaran.“Harga jual telur dari peternak sudah tinggi. Terpaksa kami menaikkan harga secara bertahap. Untungnya permintaan telur ayam dari pembeli masih stabil,” beber Etik Purwani, 38, pedagang sembako Pasar Boyolali. (wid/fer)(rs/wid/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI