Empat Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri Digrebek Polisi

Februari 28, 2020
Belum ada gambar

Dari pengakuan pemilik pabrik, keberadaan pabrik ini sudah ada sejak lima tahun lalu. Namun produksi pupuk palsu baru berjalan dua bulan terakhir. Sebelumnya pabrik ini memproduksi kalsit. “Jumlah produksi (pupuk palsu) ini tergantung kebutuhan dan pesanan pasar. Yang jelas, stok pupuk saat ini ada 10.500 sak,” jelasnya.Kapolda mengaku telah diskusi dengan Bupati Wonogiri Joko Sutopo terkait hal ini. Ada celah beredarnya pupuk palsu ini. “Pada masa tanam pertama kuotanya kurang, mengambil kuota di musim tanam kedua. Ada celah ketika terjadi kekosongan stok pupuk,” ujarnya.Selain penegakan hukum, paling penting adalah menghentikan peredaran pupuk yang merugikan petani tersebut. Petani diminta lebih berhati-hati dalam memilih pupuk. Harus membeli pupuk di kios yang sudah terpercaya. Termasuk mengenali ciri-ciri pupuk palsu.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto menambahkan, bahan baku pupuk palsu ini adalah kapur yang dihaluskan. Kemudian ada tempat untuk mencampur bahan seperti wajan. Ditambah pewarna atau bahan lainnya.“Dari situ, dibentuklah bahan tersebut menjadi butiran-butiran dan dimasukkan ke dalam oven. Di dalam oven bahan tersebut diputar dan diayak dan dimasukkan ke dalam karung,” ujarnya.Polisi masih terus mengembangkan penyidikan. Akan dipastikan lagi apakah tersangka yang ditangkap di Wonogiri ini pemilik atau hanya mengaku sebagai pemilik. Tersangka yang ditangkap terkait kasus pupuk palsu ini sendiri ada enam orang.“Dari Klaten ada dua, berinisial SP dan AY. Dari Wonogiri ada dua FRD dan TGH dan Gunungkidul berinisial AA dan S,” tambahnya.Mereka akan dijerat dengan pasal 62 UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lalu pasal 122 UU No. 02 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Berkelanjutan. Kemudian pasal 120 UU No. 03 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Dan terakhir pasal 106 dan atau 114 UU No. 07 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan.

Komentar

VIDEO TERKINI