Empat Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri Digrebek Polisi

Februari 28, 2020

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Peredaran pupuk palsu sangat meresahkan petani di Wonogiri dan Klaten. Setelah diselidiki akhirnya terungkap ada empat pabrik memproduksi pupuk palsu di Wonogiri. Tim gabungan Polda Jateng, Polres Wonogiri, dan Polres Klaten berhasil membongkarnya.Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, awal mula terungkap kasus pupuk palsu ini ketika ada laporan dari salah satu kelompok petani di Klaten ke polres setempat. Petani mencari pupuk alternatif karena stok pupuk habis.”Setelah pupuk digunakan selama tiga tahap, petani merasakan ada sesuatu yang janggal. Pupuk terlalu lengket dan setelah tiga pekan digunakan tidak ada efek pada tanaman. Kemasannya juga berbeda dari pupuk yang biasa mereka gunakan. Setelah itu, mereka langsung melaporkan ini ke Polres Klaten,” beber kapolda di lokasi pabrik pupuk ilegal di Lingkungan Pule, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/2).Setelah mendapat laporan tersebut, Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo langsung memimpin proses penyelidikan. Sampel pupuk itu dilakukan uji laboratorium di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jogjakarta. Hasilnya menunjukkan kandungan unsur pupuk tersebut di bawah standar. “Artinya ini belum memenuhi standar sebagai pupuk,” tambahnya.Pupuk palsu tersebut juga menggunakan kemasan seperti pupuk-pupuk yang sudah ada dengan mencatut nama Petrokimia. Dalam kasus dugaan pemalsuan pupuk dan pemalsuan penggunaan merek ini, Rycko mengatakan, yang paling dirugikan adalah para petani.Dari hasil pengembangan penyelidikan, diketahui sumber pupuk palsu tersebut berasal dari tiga pabrik di Gunungkidul, Jogjakarta, dan empat pabrik di Wonogiri.“Dilihat dari alat produksi dan bahan baku, pabrik di Wonogiri dan Gunungkidul memiliki kesamaan. Ini masih didalami oleh penyidik,” ujar kapolda.

Komentar