Sungguh Malang, Nenek Buta Huruf Asal Demak Terancan Kehilangan Sawahnya Gegara Cap Jempol

Februari 12, 2020
Belum ada gambar

Setelah diketahui sertifikat sawah tersebut dibalik nama oleh tetangganya, Sumiyatun melakukan upaya hukum melapor ke Polres Demak dengan Nomor LP/ 424/XII/2010/Jateng/Res Demak tertanggal 24 Desember 2010.Pada saat itu diketahui tetangganya itu sedang menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) alias buron Polres Demak atas kasus penipuan.Selain membuat laporan pidana, Sumiyatun juga sudah mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Demak.Putusan dari gugatan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap dengan adanya Putusan Kasasi Mahkamah Agung pada tahun 2015 yang berisi memenangkan Sumiyatun.“Isi putusan itu adalah membatalkan akta jual beli yang menjadi dasar peralihan hak milik dari penggugat kepada tergugat karena secara hukum telah terjadi perbuatan melawan hukum,” terang Karman Sastro SH, Ketua BKBH Fakultas Hukum Unisbank Semarang.”Selain itu menyatakan secara hukum bahwa penggugat adalah pemilik sah sertifikat hak milik Nomor 11 atas nama Sumiyatun binti Maksum,” imbuhnya.Ia menuturkan Kantor Pertanahan Kabupaten Demak tidak mematuhi isi putusan tersebut dan justru telah menerbitkan sertifikat dengan nomor 11 tersebut dengan nama pemilik baru.“Dengan demikian patut diduga jika Kantor Pertanahan Kabupaten Demak telah melakukan pelanggaran atas UU Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria jo Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah di Indonesia,” kata Karman.Hal ini dikarenakan adanya dugaan penerbitan sertifikat tanah yang salah dalam penerapannya dan tidak mematuhi perundang-undangan yang berlaku.Karenanya, Sumiyatun dengan didampingi BKBH Fakultas Hukum Unisbank Semarang akan segera mengajukan gugatan ke PTUN Semarang terkait penerbitan sertifikat tersebut.Karman menargetkan dalam waktu dekat ini dirinya dan tim akan mendaftarkan perkara tersebut ke PTUN Semarang. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI