Sungguh Malang, Nenek Buta Huruf Asal Demak Terancan Kehilangan Sawahnya Gegara Cap Jempol

Februari 12, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Malang sekali nenek Sumiyatun (68), warga Desa Balerejo RT 05/RW 02, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Gara-gara tidak mengenal huruf, Sumiyatun yang berprofesi sebagai petani ini terancam kehilangan sawah seluas kurang lebih 8.250 meter persegi (m²).Karena, sawah miliknya yang berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) itu mendadak beralih tangan. Bahkan, kabar terbaru sawah tersebut akan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Demak.Ditemani anak sulungnya Hartoyo, janda empat anak itu pun berusaha mencari keadilan dengan mendatangi Biro Konsultasi Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang.Kisah ini bermula tahun 2010 silam. Ketidaktahuan Sumiyatun yang tidak tahu huruf diminta untuk cap jempol di atas kertas kosong oleh seseorang yang masih tetangganya, dengan dalih untuk membantu sang nenek mendapat bantuan pakan ternak.“Saya tak tahu tiba-tiba datang tiga orang minta saya cap jempol. Katanya untuk mendapat bantuan pakan ternak bebek. Saya tidak rela pokoknya sawah saya dilelang,” ujar Sumiyatun sembari berucur air mata, Selasa (11/2).Proses peralihan sawah Sumiyatun diduga dilakukan oleh seorang tetangganya itu. Tetangganya itu datang ke rumah Sumiyatun untuk meminjam sertifikat tanah dengan alasan akan membantu korban supaya mendapatkan bantuan pakan ternak.Setelah itu, Sumiyatun dan almarhum suami diperintah melakukan cap jempol di atas kertas kosong. Cap jempol di atas kertas kosong itu kemudian diduga digunakan untuk memproses balik nama sertifikat tanah milik sang nenek.Selanjutnya, sertifikat tersebut oleh tetangganya itu digunakan untuk mengambil hutang di sebuah bank. Tetapi ia tidak kunjung mengangsur cicilan tersebut sehingga pihak bank melakukan pelelangan dan jatuh ke tangan seseorang bernama Dedy.

Komentar

VIDEO TERKINI