29 Sekolah di Kudus Rusak, Ini Langkah Disdikpora

Februari 5, 2020
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus bergerak cepat melakukan inventarisasi sekolah yang mengalami kerusakan. Terdata ada 29 sekolah yang mengalami kerusakan. Ada 27 SD dan dua SMP.Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, pendataan tersebut termasuk SDN 2 Purwosari yang diinformasikan atap ruangan kelasnya yang ambrol. ”Dua SMP yakni SMP 1 Kudus dan SMP 2 Undaan.Keluhannya ada ruang kelas yang perlu direhab plafonnya. Kalau SD rata-rata memang plafon di ruang kelas. Kayu-kayu sudah rapuh. Kami upayakan untuk bisa masuk bantuan dana APBD Perubahan 2020,” terangnya.Dia mengungkapkan, sekolah yang terdata memang mengalami kerusakan parah dan perlu perbaikan segera. Maka pihaknya akan mengupayakan untuk diusulkan lewat APBD Perubahan 2020. Kalau anggaran yang tersedia terbatas, maka akan dibuat skala prioritas untuk diperbaiki pada perubahan. Selebihnya akan diusulkan lewat anggaran berikutnya.Sementara itu, Kasi Sarpras Supriyono, menambahkan, hasil pendataan sementara tercatat ada 29 sekolah yang membutuhkan perbaikan ruang kelas. Data ini masih bisa bertambah. Untuk itu hingga saat ini masih ada pendataan.”Pendataan masih berlanjut untuk memastikan masih ada tidaknya sekolah yang mengalami kerusakan pada ruang kelasnya,” jelasnya.Berdasarkan keterangan dari Disdikpora, pada 2020 Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 35,4 miliar untuk perbaikan sekolah rusak di Kudus yang sementara ini tercatat sebanyak 169 sekolah.Anggaran sebanyak itu, berasal dari beberapa sumber pendanaan, yakni dari APBD 2020 murni dan dana alokasi khusus (DAK). Untuk APBD Kabupaten Kudus 2020 murni, digunakan untuk perbaikan 118 sekolah dan DAK untuk perbaikan 51 sekolah.Adapun rincian anggarannya, dari APBD Kudus sebesar Rp1,92 miliar dan ada yang melalui pokok pikiran (Pokkir) atau aspirasi dewan sebesar Rp 21,12 miliar dan DAK sebesar Rp12,4 miliar. Khusus untuk anggaran dari DAK masih menunggu petunjuk teknis dari pusat karena hingga sekarang memang belum turun. (ks/san/mal/top/JPR)

Komentar

VIDEO TERKINI