Bertemu Ganjar di Palu, Suripah Akhirnya Bisa Pulang ke Wonosobo

Januari 29, 2020

PALU, RAKYATJATENG – Selama 28 tahun hidup di rantau, membuat Suripah begitu merindukan kampung halamannya. Berbekal niat, Suripah pun akhirnya akan menginjakkan kaki di tanah kelahirannya di Pengarengan, Kalibawang, Wonosobo pada Ramadan mendatang.Hal itu didapatkan saat Suripah akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sebuah acara silaturahmi relawan PMI dan warga Jateng di Kampung Nelayan, Palu pada Selasa (28/1/2020) kemarin. Ia pun mengutarakan ingin pulang, oleh Ganjar diajak esok harinya. Namun Suripah meminta nanti saat Ramadan saja.Suripah mengatakan, ia datang bertransmigrasi ke Lalundu, Donggala, Sulawesi Tengah pada tahun 1991. Ia sendiri berasal dari Pengarengan, Kalibawang, Wonosobo. Saat bertransmigrasi, ia juga meninggalkan anak semata wayangnya yang dititipkan kepada si mbah.”Saya ke sini tahun 1991 bersama suami, tapi lalu saya bercerai, suami pulang ke Jawa dan saya tetap di sini. Saya menikah lagi dengan orang sini,” kata Suripah.Sejak itulah, Suripah mengaku tak pernah lagi menginjakkan kaki di Wonosobo. Suaminya yang hanya pekerja serabutan membuatnya hanya bisa menahan rindu, terlebih pada anaknya yang dulu ditinggal masih berusia 3 tahun.Suripah dan suaminya kini tinggal di rumah sangat sederhana di Tulo La Rantean Kabupaten Sigi. Dua bulan lalu, Suripah bertemu Ahmad Sobar, seorang guru ngaji di Kerukunan Keluarga Jawa. Mendengar cerita Suripah, Sobar pun tergerak mencari keluarga Suripah di Wonosobo lewat koleganya.”Alhamdulillah, akhirnya ketemu keluarganya, saya dapat nomer telepon keponakannya. Tapi sama-sama tidak punya jadi belum bisa pulang juga,” kata Sobar.Mendengar Ganjar akan ke Palu, Sobar berinisiatif mengajak Saripah. Diutarakannya keinginan wanita 50 tahun itu pulang kampung.

Komentar