TPID Surakarta Jual Ratusan Kilogram Komoditas Pokok

Januari 24, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, Jawa Tengah, berhasil menjual ratusan kilogram sejumlah komoditas pokok yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan harga akibat terbatasnya distribusi di pasaran.”Penjualan ini kami lakukan melalui kegiatan Pasar Mirunggan yang dilaksanakan sejak tiga hari terakhir,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta Bambang Pramono di Solo, Jumat (24/1/2020).Ia mengatakan beberapa komoditas yang dijual di Pasar Mirunggan yang dilaksanakan di Pasar Gede dan Pasar Nusukan Solo tersebut di antaranya gula pasir, telur ayam, beras, bawang merah, dan bawang putih.Berdasarkan data, dikatakannya, secara keseluruhan penjualan untuk gula pasir selama tiga hari tersebut sebanyak 661 kg, telur ayam 140 kg, beras 116 kg, bawang merah 49 kg, dan bawang putih 34 kg.Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan upaya pemerintah untuk memitigasi fluktuasi ketersediaan stok komoditas pangan strategis.”Kegiatan ini juga merupakan salah satu program pengendalian inflasi yaitu menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat,” katanya.Ia mengatakan keikutsertaan aktif BUMD dalam kegiatan Pasar Murah ini juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Tim Teknis TPID Surakarta pada tanggal 9 Januari 2020, salah satunya adalah mendorong penguatan BUMD sebagai salah satu “buffer stock” pangan serta Kios TPID.”Dalam pasar murah ini, dijual beberapa komoditas dengan harga murah langsung dari distributor utama, utamanya komoditas yang mempunyai bobot besar terhadap inflasi, seperti beras, bawang putih, gula pasir, telur ayam ras,” katanya.Sebelumnya, salah satu petugas dari Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan Kota Surakarta Edy Susanto mengatakan komoditas pokok tersebut dijual dengan harga lebih rendah jika dibandingkan harga di pasaran.

Komentar