Gratiskan Perbaikan Arsip Yang Rusak Akibat Bencana

Januari 22, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menggratiskan perbaikan arsip rusak akibat bencana. Hal itu seperti dilakukan di Kabupaten Brebes yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.Kepala Dinas Arpus Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo mengatakan bencana alam yang melanda beberapa daerah belakangan ini, membuat sejumlah arsip rawan rusak. Selain di Kabupaten Brebes, kegiatan serupa juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.“Pada Januari 2020, kami melakukan kegiatan fasilitasi preservasi/ perawatan arsip yang rusak di daerah terdampak bencana Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Desa Sindangjaya, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Perbaikan arsip juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen,” ujarnya, Rabu (22/1/2020)Perbaikan arsip tersebut tidak dipungut biaya, alias gratis. Nantinya, arsip yang telah diperbaiki tersebut akan disimpan ke aplikasi Arsip Emas.“Iya, gratis. Untuk perbaikan arsip itu gratis,” tuturnya.Arsip Emas merupakan inovasi yang dipersembahkan bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah dengan mendasari Perda Provinsi Jawa Tengah No 1 Tahun 2015 dan Pergub Jawa Tengah Nomor 39 Tahun 2015. Munculnya inovasi Arsip Emas karena banyaknya keluhan masyarakat atas hilangnya atau kerusakan arsip maupun dokumen yang dimilikinya.Kegiatan tesebut sebagai salah satu bagian program pengentasan kemiskinan, berupa program restorasi arsip penting masyarakat yang disingkat Ranting Mas. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir dalam penyelamatan arsip penting masyarakat sampai tingkat desa, seperti perbaikan arsip vital desa berupa Letter C, surat ukur/ rincik, hingga peta batas wilayah desa.“Seperti, hilangnya arsip atau dokumen penting milik masyarakat akibat faktor alam, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, termakan rayap. Selain itu juga dikarenakan kelalaian dari masyarakat itu sendiri yang mengakibatkan dokumen hilang atau tercecer. Hal ini menandakan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya penyelamatan arsip / dokumen,” paparnya.

Komentar