‘Satu Desa Satu SKPD’ Pemprov Jateng, Pengamat Ekonomi: Kalau Ini Berhasil, Luar Biasa

Januari 16, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pengamat Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang Profesor Andreas Lako mengapresiasi program Pemerintah Provinsi Jateng dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satunya Program Satu Desa Satu SKPD yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Namun dia menyarankan agar semua program itu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu dapat lebih mempercepat penurunan angka kemiskinan.“Satu Desa Satu SKPD, saya terus mengingatkan provinsi, jangan sampai itu hanya jadi sekadar lips service, tampilan politik. Sehingga masyarakat tidak begitu merasakan dampaknya. Saya melihatnya positif tapi harus berkelanjutan,” kata Lako ditemui di kampus Unika Soegijapranata, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang, Kamis (16/1/2019).Menurut dia, program tersebut harus berkelanjutan biar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya, bahkan sebisa mungkin didorong lebih mandiri.“Jangan sekadar proyek, setelah itu hilang dan mati. Pengorbanan pemprov jangan mubazir. Kalau mau mendampingi, ya dampingi sampai berhasil. Harapan saya itu harus sungguh-sungguh, difokuskan. Kalau ini berhasil, luar biasa,” imbuh Lako.Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini melihat langkah pemprov mengentaskan kemiskinan sudah tepat dan sesuai jalurnya. Namun, dia menekankan agar pemerintah melakukan pendampingan dengan hati, merasakan apa yang warga rasakan. Seperti merasakan bagaimana mereka bertahan, perjuangan, hingga mereka bisa membangun usaha dan bertahan.“Mereka seperti bayi, besar dan sekolah. Mereka sudah berhasil? Tidak. Kita dampingi mereka hingga mandiri, baru pindah ke lainnya,” ujar dia.Dampingi 14 Desa SekaligusInstruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin Maimoen untuk melakukan pendampingan di desa, langsung ditindaklanjuti. Tak hanya satu desa, sejumlah SKPD melakukan pembinaan di lebih dari satu desa.Salah satunya Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah yang mendampingi 14 desa.

Komentar