Penemuan Ular di Pekalongan Mulai Marak

Desember 26, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Heboh munculnya ular di lingkungan pemukiman yang terjadi beberapa pekan terakhir di berbagai daerah, mulai dilaporkan terjadi di wilayah Kota Pekalongan dan sekitarnya.Dalam empat hari terakhir, Tim Damkar Kota Pekalongan bersama komunitas reptil mendapat laporan dan melakukan tindakan penanganan temuan ular di empat titik.Anggota Damkar Kota Pekalongan, Yudha Wijaya Ardiyanto mengungkapkan, selama empat hari berturut-turut setiap hari selalu ada laporan dari warga terkait temuan ular yakni masing-masing dua kali di wilayah Tirto, Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (21/12), kemudian di Karangjompo, Kabupaten Pekalongan pada Senin (23/12), Perum Graha Taman Sari, Kramatsari, Kota Pekalongan pada Selasa (24/12) dan terakhir di RS Aro Kota Pekalongan pada Rabu (25/12).“Selama empat hari selalu ada laporan setiap harinya. Mungkin diluar yang dilaporkan lebih banyak lagi tapi jarang yang lapor, Mungkin karena saat ini juga sedang marak berita tentang ular kobra masuk ke rumah sehingga ketika melihat ular warga segera melapor meskipun jenis ular yang ditemui bukan kobra,” tuturnya, Rabu (25/12).Dari empat kali laporan yang masuk, hanya satu temuan yang merupakan ular kobra jawa dewasa yakni di RS Aro. Temuan lainnya merupakan ular jenis lain yang tidak berbisa atau berbisa rendah yaitu ular jali di Karanganyar, Tirto, ular sanca kembang di Karangjompo, dan ular air kelabu di Kramatsari.Yudha mengatakan, kemungkinan banyaknya ular bermunculan juga dipengaruhi musim menetasnya telur ular yaitu pada periode November-Desember. Sehingga banyak ular baru yang muncul.“Musim kawin itu pada Maret hingga Juli. Kemudian bertelur dan menetas pada November-Desember. Ini mungkin mempengaruhi. Juga faktor lingkungan yang lembab, banyak material tidak terpakai yang bertumpuk, serta lingkungan yang kurang bersih sehingga banyak menjadi sarang tikus. Itu juga bisa menarik ular masuk ke pemukiman,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI