Hendi: Saya Bingung, Kok Masih Ada yang Ngomong Kesehatan di Semarang Mahal

Desember 24, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Ketua RT/RW diharapkan semakin berperan dan bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menjalankan perannya.Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat berdialog dengan ratusan Ketua RT/RW di Semesta Boarding School, Gunungpati, Kota Semarang belum lama ini.”Tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan manakala kita komunikasinya baik,” ungkap Hendi sapaan akrab wali kota.Hendi pun meminta kepada jajaran Ketua RT/RW untuk saling berkolaborasi dan saling belajar antar wilayah.Ia juga mengungkapkan, saat melihat hasil survei kepuasan kinerja Pemkot Semarang melalui sebuah pertanyaan sektor yang belum puas akan kinerja pemkot. Jawaban nomor satu yakni masalah air bersih PDAM, selanjutnya masalah kesehatan dan pendidikan yang mahal.”Saya bingung, ini kok masih ada yang ngomong kesehatan mahal di Semarang. Karena sebenarnya kita punya program UHC,” ungkap Hendi.Menurutnya, dengan UHC mulai dari biaya dokter, obat, rumah sakit hingga ambulans telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang. “Itu kemudian menurut saya tidak logis kalau orang Semarang bilang kesehatan mahal,” tambah Hendi.Demikian pula biaya pendidikan TK, SD, SMP yang juga ditanggung oleh Pemerintah. Pihaknya pun meminta peran aktif dari ketua RT/RW untuk membantu turun ke masyarakat dan memberikan sosialisasi kepada warganya.”Saya minta tolong sampaikan ke tetangga-tetangga panjenengan supaya mereka kemudian tidak bingung jika mau berobat. Silahkan muter-muter ke warga mensosialisasikan program pemerintah, ikut membantu proses perijinan masyarakat, menggerakkan masyarakat untuk bersih-bersih lingkungan,” ungkapnya.Seperti diketahui Gunung Pati sendiri memiliki wilayah yang luas dengan kontur perbukitan. “Panjenengan seharusnya bisa lebih ramah dengan lingkungan, apalagi Gunungpati telah ditetapkan sebagai daerah resapan air di Kota Semarang.” ujar Hendi.

Komentar

VIDEO TERKINI