DPRD Jateng: Jangan Sampai Banyaknya Kawasan Industri Berdampak Buruk bagi Lingkungan

November 28, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Isu lingkungan menjadi topik hangat dalam acara ‘Dialog bersama Parlemen Jateng, Prime Topic’ yang mengambil tema ‘Pembangunan Berwawasan Lingkungan’ di Hotel Gets Kota Semarang, belum lama ini.Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng selaku pembicara utama Hadi Santoso mengatakan, masifnya investasi yang masuk ke Jateng tidak boleh mengabaikan sektor lingkungan.“Jangan sampai, banyaknya pabrik atau kawasan industri justru berdampak buruk bagi lingkungan. Pencemaran limbah semakin menjadi-jadi, kesulitan air semakin ekstrem. Itu yang patut kita antisipasi,” ujar Hadi.Jawa Tengah saat ini memang menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Terbukti, banyak investor baik asing maupun dalam negeri yang berbondong-bondong menanamkan modal usahanya di Jateng. Bahkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng menyebut sudah ada nilai investasi Rp211,19 triliun yang masuk ke Jateng sejak 2015 hingga kuartal II 2019.Hadi melanjutkan DPRD Jateng telah membuat Perda No.16/2019 tentang Perubahan Perda No.6/2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda itu mengatur tentang penataan ruang di Jateng yang mengutamakan aspek kelestarian lingkungan.“Perda ini harus dipatuhi, termasuk dalam pembangunan kawasan industri. Kawasan industri tidak boleh merusak lingkungan dan harus memenuhi amdal (analisis mengenai dampak lingkungan),” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.Senada dengan Hadi, pengamat lingkungan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Syafrudin, menilai untuk membuat kawasan industri yang ramah lingkungan perlu digunakan konsep eco-industrial park. Dengan konsep tersebut, kawasan industri tak hanya akan meminimalisir pencemaran lingkungan tapi juga menjaga kelestarian.“Dengan konsep eco-industrial, kawasan industri tidak akan mengeksploitasi air dalam tanah yang berdampak bagi lingkungan sekitar. Selain itu, adanya saling pemanfaatan limbah antara industri yang satu dengan yang lain dalam satu kawasan,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI