Insentif Guru Tak Tetap di Kabupaten Semarang Naik Sesuai UMK

  • Bagikan

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kabar baik bagi para guru tidak tetap (GTT) SD dan SMP Negeri di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang telah menerima insentif mengajar sesuai besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2019 akan menerima tambahan pada tahun depan, seiring dengan kenaikan UMK Kabupaten Semarang pada 2020.

“Ya, naik yang insentif dari APBD (Kabupaten Semarang) naik 8,51 persen sesuai UMK (tahun 2020),” terang Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Sukaton Purtomo usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI, di lapangan Stadion Pandanaran Wujil Bergas, Senin (25/11/2019) pagi.

Ditambahkan, besaran UMK Kabupaten Semarang pada 2019 Rp2.055.000 dan naik pada 2020 menjadi Rp2.299.000. Berdasarkan data di Disdikbudpora, pada 2019 tercatat 1.181 orang GTT SD dan SMP Negeri yang menerima insentif mengajar sesuai UMK 2019.

Mereka menerima insentif sebesar UMK karena memiliki latar belakang pendidikan linier dengan bidang tugasnya. Sedangkan 634 orang GTT belum menerima insentif sesuai UMK.

Menurut Sukaton, kenaikan insentif bagi GTT SD dan SMP negeri itu merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Semarang menjamin mutu SDM tenaga pengajar. Sehingga diharapkan terjadi sinergi jaminan mutu itu dari tingkat pusat, provinsi hingga ke tingkat kabupaten.

“Seperti yang diharapkan oleh Presiden Jokowi (bahwa) SDM yang unggul, Indonesia insya Allah akan maju,” tegasnya.

Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI tingkat Kabupaten Semarang berjalan lancar. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Semarang Mundjirin. Hadir pada acara itu anggota Forkompimda, pimpinan SKPD dan para pelaku pendidikan. Sedangkan ratusan peserta upacara terdiri dari para guru, siswa SMP, SMA dan pramuka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Semarang H Mundjirin mengajak para guru untuk melakukan perubahan. Menurut Nadiem, perubahan di bidang pendidikan berawal dan berakhir dari guru. Karenanya, para guru diminta melakukan perubahan kecil di masing-masing kelas yang diampunya.

“Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri,” ujarnya.

Dia yakin meski perubahan kecil namun jika dilakukan secara serentak akan dapat menggerakkan dunia pendidikan di Indonesia ke arah kemajuan.

  • Bagikan