Bangun Kota Cerdas, Walikota Semarang Dianugerahi Goesmart 2019 dari ITB

November 19, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi yang membanggakan pada kegiatan penghargaan bertaraf nasional Goesmart 2019 yang digelar di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (18/11/2019).Pada ajang apresiasi tersebut, Kota Semarang menjadi kota besar yang berhasil unggul dalam semua kategori kota cerdas.Sembilan kategori tersebut meliputi rating Ekonomi Cerdas, Sosial Cerdas, Lingkungan Cerdas, Kesehatan Cerdas, Keamanan dan Kebencanaan Cerdas, Pengembangan dan Pengelolaan Kota, Kesiapan Pemerintahan Digital, Kesiapan Integrasi, serta Rating Puncak Kota Menuju Cerdas.Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Rektor ITB bidang riset, inovasi, dan kemitraan, Bambang Riyanto T dan Eddy Satriya selaku Asisten Deputi Telematika dan Utilitas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.Mewakili masyarakat Kota Semarang, Wali Kota Hendrar Prihadi hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut.Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, penghargaan diberikan kepada Kota Semarang atas keberhasilan penerapan teknologi informasi dalam berbagai sistem pembangunan, yang kemudian mempermudah dan mempercepat alur kerja birokrasi pelayanan publik.Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja seluruh elemen masyarakat. Hendi juga mengamini pentingnya penerapan teknologi informasi dalam berbagai bidang pelayanan dan pembangunan Kota Semarang.Untuk itu, pada periode kepemimpinannya, ia menekankan jika salah satu fokus Pemerintah Kota Semarang adalah melakukan pemutakhiran sistem teknologi informasi dalam berbagai bidang. Meski begitu, Hendi menyampaikan di sisi lain yang terpenting dalam pembangunan Semarang Smart City adalah semangat perbaikan diri”Tolok ukur pembangunan kota cerdas tak hanya pada seberapa mutakhir tools yang digunakan, tapi seberapa maksimal SDM terkait berkomitmen untuk memanfaatkan tools-nya,” ucap Hendi.”Kalau diskusinya soal software atau hardware kurang gini kurang gitu, nunggu sempurna pasti nggak jalan-jalan, karena pembaruan sistem pasti ada terus dalam pengembangannya. Tapi kalau SDM-nya punya komitmen untuk jadi smart juga, walaupun ada kurangnya tetap bisa jalan dengan baik,” tambahnya.

Komentar

VIDEO TERKINI