Dipilih 175, Sebanyak 350 Pemuda Berebut Jadi Calon Prajurit Tamtama

November 15, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sebanyak 350 pemuda asal Jateng yang lolos seleksi tingkat daerah di Banyumas beberapa waktu lalu, sudah mengikuti serangkaian seleksi tingkat pusat yang dilaksanakan di Markas Rindam IV/Diponegoro Magelang.Nantinya dari sekian banyak pemuda tersebut akan dipilih 175 orang untuk dididik sebagai Calon Prajurit Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD melalui Sidang Penentuan Akhir (Pantuhir).Hal tersebut disampaikan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto S.I.P M.A.P, terkait pelaksanaan kegiatan Sidang Pantuhir Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2019 di ruang kerjanya, Kamis (14/11/2019).Sidang Pantuhir Tingkat Pusat kali ini dipimpin oleh Waaspers Kasad Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan dan Tim dari Mabes TNI AD serta Tim dari Kodam IV/Diponegoro.Kapendam menegaskan Sidang Pantuhir dilakukan untuk memilih calon prajurit yang benar-benar memiliki potensi, jati diri dan unggul sehingga nantinya akan benar-benar menjadi prajurit TNI AD pilihan.Panitia juga sudah melaksanakan seleksi sesuai dengan ketentuan yaitu jujur, objektif dan profesional sehingga semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan proses seleksi.”Peserta yang ikut seleksi tingkat pusat secara umum telah memenuhi syarat, tapi karena alokasi maka dipilih calon terbaik dari yang sudah baik,” katanya.Hal tersebut senada dengan penyampaian Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat memimpin Sidang Pantuhir Cata PK Gelombang II TA 2019 Panda IV/Diponegoro, di Makorem 071/Wijayakusuma, Banyumas, belum lama ini.Kapendam berharap kepada para peserta yang belum berhasil untuk tidak berkecil hati, karena masih ada kesempatan untuk mengikuti seleksi penerimaan prajurit berikutnya.”Kepada yang nantinya dinyatakan lulus, saya mengucapkan selamat dan siapkan mental serta fisiknya agar nantinya dapat mengikuti pendidikan dengan lancar dan aman,” ujarnya. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI