Air Bendung Juwero Kendal Terus Menyusut

November 6, 2019
Belum ada gambar

KENDAL, RAKYATJATENG – Kemarau panjang yang terjadi tahun ini menyebabkan pasokan air di Bendung Juwero di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terus mengalami penyusutan.Bahkan, saat ini debit air hanya tersisa 2.000 meter kubik/detik. Padahal, ada 8.860 hektar areal pertanian yang bergantung pada pasokan air Bendung Juwero.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sugiono, pun membenarkan kondisi tersebut. Sebagai alternatif solusi, pihaknya mulai membuka pintu air di Bodri Kiri sejak 2 November dan membuka pintu air untuk Bodri Kanan pada 10 November. Sebelumnya dua pintu air itu ditutup sejak 1 Oktober.“Penutupan untuk memutus siklus hama sekaligus adanya proyek di Bendungan Juwero. Setiap tahun pintu air tersebut kami tutup,” katanya, Selasa (5/11).Penutupan irigasi berdampak terhadap lahan pertanian, khususnya tanaman padi yang masih membutuhkan air. Meski begitu, penutupan pintu air juga melihat kondisi di lapangan, apakah masih banyak tanaman padi yang harus dipertahankan. Jika masih banyak padi yang bisa dipanen, penutupan diundur hingga selesainya masa panen.“Tahun ini rencana penutupan mundur hingga satu bulan dari yang sudah dijadwalkan. Sebab rencana semula ditutup pada 1 September. Namun melihat kondisi di lapangan banyak padi yang masih harus dipanen, sehingga penutupan mulai dilaksanakan per 1 Oktober lalu,” terang Sugiono.Pasokan air yang hanya tersisa 2.000 meter kubik/detik, tidak bisa optimal untuk mengairi lahan pertanian. Untuk mengairi sawah seluas 8.860 hektar, dibutuhkan sekitar 13 ribu meter kubik/detik. Sementara dengan pasokan air 2.000 meter kubik/detik, hanya mampu untuk mendorong sampah maupun kotoran yang ada di saluran irigasi.“Karena itu, kami berharap banyak terjadi hujan dan bisa menambah pasokan air di bendungan tersebut. Tahun depan juga akan dilakukan pekerjaan di bendungan tersebut,” pungkasnya. (lid/RP)

Komentar

VIDEO TERKINI