Oktober, Purwokerto dan Cilacap Kembali Alami Deflasi

November 4, 2019
Belum ada gambar

Menurut dia, peningkatan harga beras diperkirakan juga terjadi karena menurunnya produksi sebagai dampak kekeringan pada musim kemarau.Sementara deflasi pada Oktober 2019 di Cilacap, lanjut Agus, terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas kelompok bahan makanan yang memberi andil sebesar minus 0,23 persen utamanya cabai rawit.Di sisi lain, kata dia, inflasi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dengan andil 0,36 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dengan andil sebesar 0,16 persen.”Pada bulan November 2019, Cilacap diperkirakan mengalami inflasi dengan kisaran 0,05-0,25 persen (mtm). Pada periode tersebut, inflasi diperkirakan berasal dari kenaikan harga kelompok bahan makanan, yaitu komoditas beras seiring dengan dampak puso akibat kemarau yang berkepanjangan dan komoditas bawang merah seiring keterbatasan stok karena telah berlalunya musim panen,” kata Agus.Menurut dia, terjaganya stok dan harga komoditas cabai diperkirakan mampu meredam laju inflasi lebih dalam pada bulan November 2019. (Ant)

Komentar

VIDEO TERKINI