DPRD Kabupaten Pekalongan Nilai Penggalian PAD Belum Optimal

November 1, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal. Sebab, penentuan target PAD itu masih ada yang dinilai belum sesuai dengan potensi riil di lapangan, namun masih bersifat ‘negosiable’.Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, menyatakan, berdasarkan rapat Komisi B dengan OPD terkait yang membahas rencana target PAD tahun 2020, ia menilai masih banyak sektor yang berpotensi menyumbang PAD belum digali secara optimal. Pasalnya, kata dia, target PAD di masing-masing OPD itu belum berdasarkan data riil di lapangan.“Selama ini penentuan target pendapatan di masing-masing OPD masih bersifat negosiasi, bukan menggunakan potensi data riil,” ujar Sumar Kamis (31/10).Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong agar mengundang pihak ketiga untuk menghitung berapa potensi riil pendapatan di masing-masing OPD.“Sementara ini kan dari setda dengan OPD masih bersifat negosiasi. Ke depan akan didorong berdasarkan potensi riil yang ada. Kami akan mendorong agar dianggarkan untuk menghitung potensi pendapatan di masing- masing OPD oleh pihak ketiga yang independen,” katanya.Ia mencontohkan, sewa kamar di Linggoasri potensi riilnya selama ini belum pernah diketahui. “Yang mau ngitung siapa. Wong itu paling tidak long time tapi short time semua, satu jam keluar. Jadi satu hari bisa lima orang, padahal Perdanya per hari. Sewa untuk hajatan di pendapa lama targetnya berapa, yang mau ngitung siapa kan ndak tahu,” kata dia.Beberapa sektor yang target pendapatan belum sesuai dengan potensi riil di antaranya di sektor parkir dan retribusi pasar. Dalam rapat itu, kata Sumar, juga secara sekilas diketahui hingga bulan Oktober 2019 ini target pendapatan dari sektor parkir baru tercapai 50 persen.

Komentar

VIDEO TERKINI