Beri Izin Pengamen Angklung Kota Lama, Walikota Semarang: Diatur Disbudpar

Oktober 15, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Setelah mendapat laporan adanya kerusakan alat musik kelompok pengamen angklung pasca terjadinya penertiban di Kota Lama Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu pihak-pihak yang merasa dirugikan di kantornya, Balaikota Semarang di Jalan Pemuda, Senin (14/10).Setelah sebelumnya memberikan undangan terbuka melalui media sosial, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu merasa perlu untuk berkomunikasi langsung agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.Dalam pertemuan tersebut, Ewank yang mewakili kelompok pengamen angklung menjelaskan, dirinya mengetahui alat musik rusak saat mengecek ke kantor Satpol PP.”Saat ini barangnya masih ada di sana Pak. Kemarin ke sana, izin mau lihat barangnya, kemudian dilihat kondisinya rusak. Rencananya sore Jumat (18/10), mau ambil alat-alat musiknya,” terangnya.Menanggapi hal itu, Hendi mempersilakan perwakilan kelompok pengamen angklung untuk mengambil alat musik tersebut di Satpol PP. Ia juga menawarkan solusi untuk memperbaki dan mengganti semua biaya perbaikan angklung tersebut.”Ya sudah Jumat besok diambil, terus diperbaiki di mana, atau dibawa ke sini biar saya yang perbaiki juga tidak apa-apa. Itu nanti semua saya yang bayar,” kata Hendi.Kepada perwakilan kelompok pengamen angklung, Ewank, Hendi berpesan bagaimana seniman jalanan tersebut tetap dapat berekspresi namun tetap harus memiliki izin.”Kalau sudah diperbaiki, selanjutnya dipikirkan bagaimana caranya sedulur-sedulur bisa berekspresi di Kota Lama tapi berizin. Sebab kalau tidak ada izinnya jadi tidak tertib, semua ingin main di Kota Lama nanti tidak tertata lagi,” pesannya.Atas respon dan solusi yang ditawarkan Hendi, kelompok pengamen angklung mengaku senang dan berharap dapat segera bermain kembali di Kota Lama karena telah mendaftarkan diri di Disbudpar Kota Semarang.

Komentar

VIDEO TERKINI