Angka Kemiskinan Kota Semarang Sukses Ditekan

Oktober 10, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Angka kemiskinan di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil ditekan. Dari yang semula pada tahun 2011 sebesar 5,68 persen menjadi 4,14 persen di tahun 2018.Namun hal itu tidak lantas membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi puas. Sebab dia merasa masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk lebih memaksimalkan upayanya.Syaratnya, Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut mengungkapkan, dibutuhkan penyajian data secara spesifik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan agar tepat sasaran.Untuk itulah Hendi menganggap penting untuk menginisiasi sebuah Big Data untuk penanganan kemiskinan, melalui progam Sistem Informasi Daya Terpadu Kesejahteraan Sosial (Sidaksos), yang pertama di Jawa Tengah.Bertempat di ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Hendi selaku Wali Kota Semarang hadir langsung dalam peluncuran program sistem informasi tersebut, Senin (7/10/2019).Adapun program Sidaksos dikembangkan oleh Dinas Sosial Kota Semarang, yang berfungsi memberikan data terkini tentang warga miskin, di mana salah satunya akan menjadi dasar pemberian bantuan dan penanganan fakir miskin di Kota Semarang.Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengharapkan data yang tersaji dapat segera digunakannya untuk membagi tugas strategis kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemerintah Kota Semarang.“Dengan Sidaksos ini, Pemerintah Kota Semarang akan memiliki sebuah data besar, terutama untuk mencatat siapa saja warga Kota Semarang yang masuk kategori miskin. Sehingga tidak hanya sebatas bicara jumlah warga miskin 4,1 persen saja. Tetapi siapa 4,1 persen ini, mulai usianya, dan masuk kelompok miskin yang seperti apa,” terang Hendi.“Ini penting sekali, Sidaksos menjadi sebuah parameter bagi dinas terkait untuk melihat titik mana yang warganya rentan kemiskinan, wilayah yang kumuh di mana. Sehingga infrastruktur masuk, UMKM bisa masuk, dan program lebih tepat sasaran. Kalau tidak ada data hanya mengandalkan asumsi, maka program pengentasan kemiskinan tak akan tepat sasaran,” tandasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI