Hukum Yang Tegas Dapat Ubah Perilaku Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

September 28, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sampah merupakan permasalahan bagi kota besar di Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Pembahasan sampah dikupas dalam seminar “Manajemen Sampah Kota, Menuju Langit Biru Kota Semarang” yang diadakan di Hotel Grasia Semarang, Selasa (24/9).Hadir sebagai pembicara yakni Direktur PT Marimas Putera Kencana Harjanto Kusuma Halim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono, pengelola bank sampah Resik Becik, Ika Yudha dan pengamat lingkungan dari Universitas Katolik Soegijapranata Wijanto Hadipuro.Sapto Adi Nugroho menyampaikan, bahwa sampah merupakan tantangan dan peluang untuk dapat dimanfaatkan dengan baik.“Pengelolaan sampah dimulai sejak dari sumbernya dari rumah tangga, kemudian di TPS juga menjadi TPS terpadu di mana ada pemilahan dan pengelolaannya. Terakhir di TPA juga dikelola,” kata Sapto.Ika Yudha yang mewakili Bank Sampah Kota Semarang menyampaikan, seharusnya Bank Sampah itu berorientasi pada permasalahan lingkungan bukan diutamakan pada bisnis semata.“Butuh keseriusan dan gerakan bersama untuk mengatasi permasalahan sampah dan perubahan perilaku ini tidak mudah, butuh proses panjang untuk memahamkan masyarakat,” ujar Ika.Sementara itu, Direktur PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Kusuma Halim menyampaikan, pihaknya bergerak di ecobricks bukan sekadar sebagai penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) saja.Tetapi lebih pada menggugah kesadaran masyarakat mengenai bagaimana plastik sebenarnya bisa dikelola dan tidak berceceran kemana mana.“Jika berhubungan dengan sampah harus tegas, dengan hukum yang tegas dapat mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Harjanto.Harjanto menambahkan, bahwa masing-masing individu dapat bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk menyelamatkan lingkungan. Salah satunya, mulai dari lingkungan rumah, dengan melatih anak untuk mengelola sampah plastik menjadi ecobricks.“Sehingga jika dilatih cara mengelola sampah, maka otomatis mereka akan sadar, bahwa plastik berbahaya bagi lingkungan jika dibuang sembarangan. Sedangkan jenis sampah organik bisa ditanam dalam tanah, nanti akan menjadi pupuk kompos dengan sendirinya,” terangnya. (sen)

Komentar

VIDEO TERKINI