Gus Miftah: Demo Enggak Apa-apa, Asal Santun, Tidak Kisruh

September 28, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Lepas dari riuh demonstrasi ribuan mahasiswa di Kota Semarang yang merobohkan pagar gedung DPRD Jawa Tengah, di hari yang sama puluhan ribu orang di Kota Semarang juga berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Selasa (24/9) malam.Tak hanya itu, seperti mencoba mendinginkan suasana panas pembahasan penolakan Revisi UU KPK hingga RUU KUHP, lebih dari 25 ribu orang juga lantang menggemakan selawat di lapangan Leboh Raya, Pedurungan Kidul, Kota Semarang.Kompak bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Gus Miftah, yang melarutkan puluhan ribu massa dari berbagai wilayah Kota Semarang itu, dalam suasana khusyuk dengan semangat menjunjung tinggi persatuan NKRI.”Boleh enggak pejabat dikritik? Boleh! Boleh enggak pemerintah dikritik? Boleh! Siapa bilang enggak boleh? Demo enggak apa-apa, asal santun, asal tidak kisruh,” pesan pria yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman tersebut.Namun dengan bernada satir, Miftah mengaku heran dengan sebagian massa yang datang berbondong-bondong untuk berdemo, tetapi diam ketika mendengar adzan.”Demo ya silakan enggak apa-apa, tapi kritiklah dengan cara yang santun, dengan akhlaqul karimah,” tegas Miftah.Di sisi lain Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengucapkan terima kasih kepada Miftah yang pada hari itu langsung terbang dari Jeddah ke Kota Semarang.”Terima kasih atas kerawuhannya Gus Miftah yang baru saja mendarat dari Jeddah, dan semangatnya luar biasa untuk warga Kota Semarang,” ujar Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu.”Yang terpenting pada hari ini kita harus bersama-sama meyakini karena kita tinggal di NKRI, kita wajib hukumnya mengamankan dan menjaga NKRI,” tegasnya.Menutup kegiatan, Miftah mengajak Hendi untuk maju ke depan bersamanya untuk memimpin seluruh orang yang hadir untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pekikan Merdeka pun lantang menggema setelah lagu wajib Republik Indonesia tersebut selesai dinyayikan.Tak lupa Miftah pun mendoakan agar para pemimpin bangsa Indonesia selalu diberikan kekuatan.”Ya Allah ya Rabb, berikanlah mereka kekuatan ya Allah, dohiron wa batinan, sehingga mereka menjadi pemimpin yang amanah,” ucap Miftah. (sen)

Komentar

VIDEO TERKINI