PDIP Mayoritas, DPRD Janji Tetap Kritis terhadap Pemprov Jateng

September 4, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kalangan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah masa jabatan 2019 sampai 2024 menyatakan komitmen tetap bersikap kritis terhadap pelaksanaan program-program maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng.”Jangan takut kalau gubernurnya satu partai dengan peraih kursi terbanyak di DPRD, Fraksi PDI Perjuangan tidak berani mengkritik,” kata Ketua Sementara DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto di Semarang, Rabu (4/9).Ia menegaskan, “Kami tetap memberikan kritik yang konstruktif, jadi kritik yang ada solusinya. Kalau kami bicara seenaknya tetapi tidak ada solusi, ya, buat apa.”Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu saat berbincang dengan sejumlah jurnalis dari berbagai media massa di ruang rapat pimpinan DPRD Provinsi Jateng.Bambang menyebutkan bahwa DPRD Provinsi Jateng juga akan mendukung pelaksanaan program-program kalangan eksekutif, seperti pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan kualitas pendidikan di Jateng dengan anggaran sebesar Rp1,6 triliun.”Teman-teman di legislatif melihat input output-nya seperti apa. Kalau outcome-nya tidak begitu signifikan, ya, mari kita koreksi bersama. Jadi, sebetulnya fair saja,” ujarnya.Menurut dia, perdebatan itu mestinya ada di ruangan Badan Anggaran. Namum, pihaknya harus melihat postur APBD seperti apa.”Kalau tidak berpihak atau tidak sesuai, ya, kami sesuaikan,” ujarnya didampingi Wakil Ketua Sementara DPRD Jateng Sukirman dan Sekretaris Dewan Urip Sihabuddin.Terkait dengan kedisiplinan anggota DPRD Provinsi Jateng, mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu mengakui harus ditingkatkan lagi.Salah satu upayanya, lanjut dia, berkomunikasi aktif terhadap masing-masing legislator sehingga dari sana diharapkan para anggota DRD Jateng bisa lebih disiplin, khususnya saat mengikuti rapat.”Sebagai contoh, kedisiplinan itu dapat dilihat dari kehadiran dalam rapat paripurna. Kalau perlu, setiap dimulai rapat, dewan yang tidak hadir akan disebutkan nama-namanya sehingga semua bisa tahu bahwa ada dewan yang izin, sakit, atau lainnya. Diharapkan pula, setiap fraksi bisa mengawasi para anggotanya kedepan,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI