Sekprov: Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Jangan Tobat Tomat

Agustus 29, 2019
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jawa Tengah Sri Puryono menyambut kedatangan 360 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 32 dari Kabupaten Purworejo di Asrama Haji Donohudan, Rabu (8/8/2019) pagi. Menyandang predikat haji dan hajah, para jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik.“Setelah menunaikan haji, bukan berarti tugas dan kewajiban jemaah haji telah selesai. Dengan predikat haji atau hajah yang disandang, bapak-bapak dan ibu-ibu dituntut untuk menunjukkan keteladanan bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.Menurut Sekprov, inti dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Semua diharapkan dapat mengambil nilai wukuf dalam bentuk muhasabah atau intropeksi diri, mengingat-ingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan, kemudian segera mungkin taubat kepada Allah. Intropeksi diri menjadi penting guna lebih mengenal diri dan menjalin hubungan yang erat dengan Sang Khalik.“Instropeksi diri, sebenarnya saya seperti apa. Sudahkah kita siap menghadap maut. Pertanyaan itu harus sudah ada di benak kita, kalau itu sudah ada maka perbuatan-perbuatan yang tidak baik atau di luar ajaran dan larangan dalam agama pasti akan kita jauhi. Termasuk yang jadi PNS sebelumnya sering bolos kerja menjadi tidak bolos dan tidak melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” harapnya.Sepulang dari Tanah Suci, lanjut dia, tunjukkan benar-benar pulang berhaji dan mencerminkan telah pergi ke Baitullah. Tidak kalah penting adalah jangan sampai pergi dari warung dan dari Baitullah tidak ada perbedaannya, baik sikap, tingkah laku, maupun ucapan.“Jangan setelah berhaji malah jadinya haji tobat tomat, jangan sampai di Tanah Suci tobat tapi setelah kembali ke Tanah Air kumat bermaksiat. Naudzubillahi min dzalik,” pintanya.

Komentar

VIDEO TERKINI