Pembongkaran PKL Barito Kota Semarang Berlangsung Tertib

Agustus 28, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sebanyak 95 kios pedagang kaki lima (PKL) Barito dirobohkan paksa oleh Satpol PP Kota Semarang. Tidak ada perlawanan dari para pemilik kios yang berdiri di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) tersebut, Selasa (27/8).Puluhan petugas Satpol PP dikerahkan untuk mengawal jalannya proses pembongkaran oleh dua operator alat berat. Ada juga petugas dari Dinas Perdagangan dan kepolisian dari Polrestabes Semarang.Proses pembongkaran berjalan mulus tanpa ada gesekan. Bahkan banyak dari petugas Satpol sibuk membantu pedagang mengangkut atau membereskan barang dagangannya.Selain di pinggir Jalan Rejosari Raya, puluhan kios PKL Barito di ruas Jalan Bugangan Raya juga kena gusuran. Di Jalan Rejosari Raya ada 59 kios, sedangkan di Jalan Bugangan Raya 36 kios. Mayoritas kios PKL di dua jalan tersebut berusaha di jasa bubut mesin, las, kios rosok hingga perkakas rumah tangga.Perobohan bangunan kios menggunakan dua alat berat. Namun tidak seluruh bangunan kios dirobohkan. Hanya menyasar bagian tertentu dari bangunan seperti atas atau sebagian dinding. Sementara pintu, baik dari kayu, besi maupun yang berwujud rolling door tidak tersentuh.Tindakan tegas tersebut tidak lebih sebagai upaya Satpol PP mendorong para pedagang untuk segera pindah di tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah.“Agar mereka pindah secepatnya sesuai kesepakatan, sehingga proyek normalisasi BKT bisa segera dilanjutkan dan diselesaikan. Bagian-bagian yang tidak dibongkar itu nanti bisa digunakan pedagang di MAJT,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.Fajar menyatakan pedagang Barito jauh hari sudah tahu ada rencana normalisasi BKT yang akan berimbas pada bangunan kios di bantaran sungai. Pemerintah juga sudah menyiapkan tempat berdagang baru. Beberapa kali pertemuan juga sudah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan kesediaan pedagang pindah ke kawasan MAJT.

Komentar

VIDEO TERKINI