Lebih Ramah Lingkungan, 72 Armada Trans Semarang Gunakan BBG

Agustus 13, 2019
Belum ada gambar

Sisa pembiayaan 50 persen, akan ditanggung oleh APBD Kota Semarang. Hingga Desember 2018 armada BRT Trans Semarang telah terpasang BBG.”Pada pemakaian harian di armada ukuran sedang (medium), dibutuhkan rata-rata 80 liter solar dengan harga Rp 5.150, sedangkan dengan pemakaian Gas hanya dibutuhkan 60 liter, dengan patokan harga gas di Jakarta Rp 3.100 dan solar 21 liter,” jelasnya.Ade menegaskan mengenai keamanan tabung gas, tabung konveter gas yang dipasang sudah melewati uji standart khusus untuk CNG yang memiliki tekanan 200 bar, sehingga berbeda dengan tabung gas LPG.Tabung Conveter BBG ini dijamin sangat aman jadi tidak perlu khawatir akan meledak seperti tabung LPG dan tabung ini diletakkan di bagian bawah bus.Ade menambahkan, valve yang terpasang adalah valve yang aman dan hanya bekerja berdasarkan koneksi dari Electronic Control Unit (ECU). Jika tidak ada perintah dari ECU, gas tidak akan keluar dari tabung.“Oleh karena itu tabung bahan bakar tidak akan mengalami kebocoran termasuk selang sambungan meski terlepas tidak menyebabkan kebocoran. Terkait dengan ketahanan tabung, sudah melewati tahapan tes dan saat diuji coba, tabung ditembak peluru 12 mm tidak tembus. Sehingga aman digunakan pada BRT Trans Semarang,” jelasnya.Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk pengisisan pada BRT Trans Semarang sudah ada di SPBG Mangkang, SPBG Penggaron, SPBG Kaligawe. Namun, SPBG yang ada tersebut belum dapat difungsikan, terkait dengan pengisian bahan bakar gas, akan dilakukan di Tambak Aji.BRT Trans Semarang pun bekerjasama dengan PT Pertagas Niaga dalam hal pengisian BBG dengan mendatangkan 2 Mobile Refueling Unit (MRU). Keberadaan MRU akan memudahkan pengisian bahan bakar dengan CNG.

Komentar

VIDEO TERKINI