Hendi: Tidak Benar Warga Semarang Menolak Pendirian Gereja

Agustus 7, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memanggil sejumlah tokoh masyarakat untuk membahas polemik pembangunan gereja di Jalan Malangsari, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.Setelah sebelumnya viral diberitakan adanya penolakan pendirian gereja, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun akhirnya turun tangan. Ia menegaskan tidak ada yang menolak pendirian gereja di wilayah tersebut.”Insya Allah kita bisa meluruskan yang sedang viral, bahwa tidak benar warga Semarang menolak pendirian gereja. Pak Aziz yang mewakili masyarakat dan Pak Wahyudi yang mewakili gereja hanya salah paham, sekarang semua telah bersepakat, pemerintah akan membantu izin, juga Kapolres, Dandim, Kepala Kemenag dan FKUB akan mengawal pembangunan dengan baik,” ujar Hendi Selasa (6/8).Pada kesempatan tersebut, Hendi meyakinkan berbagai pihak akan mengeluarkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam waktu 30 hari untuk memperbarui izin yang lama.”Dari kami mengurus KRK maksimal 15 hari, mengurus IMB maksimal 15 hari. Dengan begitu kan satu dengan yang lain tidak ada yang merasa dikalahkan, dan Alhamdulillah semua setuju. Saya rasa ini bisa menjadi role model,” jelas Hendi.Sementara itu, Aziz perwakilan masyarakat yang sempat disebut menolak pendirian gereja menceritakan jika permasalahan terjadi hanya karena kurang komunikasi.”Hanya karena miss komunikasi dan kurang komunikasi. Bagi kami sudah tidak perlu mempermasalahkan lagi. Kami sepakat untuk menempuh jalur yang baik,” ujar Aziz singkat.Di sisi lain, Wahyudi perwakilan gereja yang sempat dikabarkan ditolak, memastikan tidak ada lagi permasalahan pendirian gereja tersebut.”Kami dengan Pak Aziz sudah sepakat tidak permasalahan, dan kami siap bersahabat. Ini sudah difasilitasi Pak Wali Kota dengan sangat luar biasa, sehingga yang sempat memviralkan mohon bisa di-close,” terangnya.

Komentar