Pemprov Sebar 30 Agen Antikorupsi di Jateng

Juli 31, 2019
Belum ada gambar

“Ini menarik karena yang melakukan mahasiswa. Di era yang milenial ini merekalah yang akan memenuhi di ruang medsos yang saya yakin akan menular pada sikap,” beber Ganjar.Apalagi, imbuhnya, sikap dasar mahasiswa adalah pemberontak terhadap ketidakberesan. Keberanian mahasiswa dan sikap kritisnya itulah yang jadi modal besar gerakan agen ini.“Saya rasa ini harus ditiru kampus-kampus lain. KPK punya banyak program untuk itu,” jelas mantan anggota DPR RI ini.Terlebih, menurutnya, di Jawa Tengah, saat ini sedang diterapkan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Setidaknya ada 23 SMA dan SMK yang menjadi percontohan penerapan kurikulum antikorupsi.“Gerakan itu didukung dengan pembentukan Komite Integritas dan Tunas Integritas Jateng. Penyuluhan antikorupsi yang berafiliasi dengan KPK dan bersertifikat. Juga gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang merangkul Pramuka, Dharma Wanita dan PKK, materi integritas dengan mengundang pemateri dari KPK,” ujarnya.Melengkapi gerakan berbasis masyarakat itu, juga dibuat gerakan di kalangan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memenuhi tagline Ganjar, Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Secara aplikatif, hal-hal tersebut didampingi dengan keterbukaan informasi dan pelatihan terhadap kepala daerah.“Hanya Jawa Tengah yang setelah pelantikan kepala daerahnya dikirim ke KPK untuk pendidikan antikorupsi,” tandas Ganjar. (yon)

Komentar

VIDEO TERKINI