Satu Jamaah Calhaj Batang Meninggal di Tanah Suci

Juli 30, 2019
Belum ada gambar

BATANG, RAKYATJATENG – Masuk dalam kelompok risiko tinggi (risti), satu jamaah haji asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikabarkan meninggal dunia di tanah suci makkah.Diketahui, satu jamaah tersebut atas nama Sutrisno. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 43 embarkasi Solo.Dikonfirmasi Minggu (28/7) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth membenarkan kabar tersebut. “Ya, benar. Almarhum sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), ruang ICU RS Zahir,” katanya.Adapun, kata dia, almarhum meninggal karena penyakit bawaan, yakni Diabetes. “Sampai saat ini, kita belum mendapat informasi lagi dari petugas di sana, terkait jamaah yang sakit ataupun meninggal dunia,” katanya.Seperti diketahui sebelumnya, cuaca ekstrem sedang melanda tanah suci Mekkah beberapa waktu ini. Tercatat, cuaca mencapai 46-50 derajat celcius.Kondisi tersebut bisa mempengaruhi kesehatan jamaah haji. Terlebih, dalam catatan Dinkes Kabupaten Batang, terdapat 428 jamaah haji yang masuk kelompok risti.“Saat ini, cuaca di Mekkah sudah berangsur menurun, dari kisaran 41-46 derajat celcius. Namun demikian, cuaca ini, masih saja dianggap terlalu panas oleh para jamaah haji asal Indonesia,” ungkap Zaenudin, PPIH Arab Saudi asal Kabupaten Batang, yang ditempatkan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah.Diungkapkannya, dengan kondisi cuaca seperti itu, dalam waktu satu hari, seratusan jamaah haji asal Indonesia harus mendapatkan perawatan di KKHI Daker Makkah. “Iya, dalam satu hari yang masuk KKHI bisa mencapai lebih dari seratus orang jemaah,” ujarnya.Kebanyakan dari jemaah yang mendapat perawatan, kata dia, karena faktor kelelahan dan dehidrasi. Ditambah, penyakit bawaan jemaah, yang pada sewaktu di Indonesia dalam kondisi stabil, tapi dengan perubahan kondisi cuaca di makkah yang ekstrem seperti ini menjadi unstabil.

Komentar

VIDEO TERKINI