Rektor Unisbank: Perlu Upaya Serius Tingkatkan Kapasitas SDM Seiring Era Revolusi Industri

Juli 25, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indonesia memiliki bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia nonproduktif. Kondisi ini dapat kita jadikan peluang namun sekaligus sebagai tantangan.Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang Dr Safik Faozi SH.M.Hum di sela-sela Seminar Nasional dan Call For Papper dengan tema Optimalisasi Bonus Demografi Indonesia Dalam Era Revolusi Industri 4.0 di Kampus Unisbank Kendeng, Rabu (24/7).“Jika tidak direspons positif, mungkin malah menjadi bencana. Untuk merespons itu, diperlukan upaya serius untuk meningkatkan kapasitas SDM seiring dengan era revolusi industri saat ini,” kata Safik.Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut yakni Ketua Tim Pakar Teknologi Informasi Kemenhan RI sekaligus Rektor Perbanas, Prof Ir Eko Indrajit M.Sc M.B.A.Menurutnya, bonus demografi hendaknya direspons dengan memunculkan ragam pengembangan sumber daya manusia. Artinya, profesi dan kerjaan yang akan menciptakan, merancang dan mendayagunakan teknologi dalam berbagai bidang, seperti pertanian, peternakan ataupun kesehatan.“Output-nya sesuai dengan tujuan adanya negara kita, yaitu mencerdaskan masyarakat, kesejahteraan umum, sehingga negara berdaulat dan disegani dunia,” kata Indrajit.Sebelum seminar nasional dimulai, Unisbank Semarang menjalin kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah. Peningkatan SDM dan Penelitian menjadi salah satu ruang lingkup yang dikerjasamakan.Pembicara lain dalam seminar itu adalah Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Ari Juliano Gema SH, Deputy Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI Dr Ir Dwi Listyawardani M.Sc Dip.Com. Selain itu Dr Agung Nusantara SE M.Si hadir sebagai Keynote Speaker dalam seminar ini. (sen)

Komentar