ACT akan Salurkan 100.000 Hewan Kurban di Indonesia dan 50 Negara

Juli 25, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Dalam rangka menyambut Iduladha 1440 Hijriah mendatang, berbagai e-commerce terkemuka di Indonesia telah berkolaborasi dengan Global Qurban-Aksi Capat Tanggap (ACT) dalam program “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia”.Melalui kerja sama tersebut, berbagai kemudahan hingga potongan harga ditawarkan untuk memudahkan dalam menunaikan ibadah kurban sejak awal bulan Juli hingga minggu pertama bulan Agustus 2019.Vice President ACT, Ibnu Khajar, menyatakan kolaborasi ini memiliki makna tersendiri sebagai wujud nyata kolaborasi untuk negeri. Kerja sama dengan berbagai e-commerce diharapkan dapat menyebarkan semangat berkurban dan membantu niat baik masyarakat yang ingin menolong sesama melalui hewan kurbannya.Dalam program kolaborasi ini, ACT akan menyalurkan amanah kepedulian serta mengantarkan kurban masyarakat ke wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan pangan.”Kolaborasi ini jadi cara untuk memaksimalkan rantai kebaikan untuk perayaan Idul Adha 1440 Hijriah. Hal ini karena setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah sekaligus menebarkan kebaikan,” kata Ibnu.Selain itu, untuk memanfaatkan momentum tanggal gajian, Global Qurban ACT turut meramaikan momentum ini dengan penawaran kurban seharga Rp1,5 juta untuk bobot kambing minimal 27 kg hanya di program BukaQurban 2019, Bukalapak. Program ini dimulai sejak 25 Juli hingga 9 Agustus 2019.Momentum ini sangat tepat bagi masyarakat untuk membeli hewan kurban mengingat perayaan hari raya Idul Adha semakin dekat. Hewan kurban yang dibeli bisa menjadi salah satu cara untuk mengharap pahala tidak berbatas dari Rabb semesta alam.Hal ini karena Idul Adha selalu dinantikan bagi saudara serba kekurangan, karena boleh jadi hanya pada momen inilah mereka bisa mencicip nikmatnya rasa daging.Di perayaan Idul Adha 1440 Hijriah ini, ACT akan menyalurkan 100.000 kurban setara kambing yang akan menyasar kembali 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara, serta menyapa 7.500.000 penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik dan bencana.

Komentar

VIDEO TERKINI