Rentan Terjadi Kebakaran, Keamanan Pom Mini Dipertanyakan

Juli 23, 2019
Belum ada gambar

Kasus kebakaran pom mini yang menelan kerugian puluhan hingga ratusan juta tersebut rata-rata dikarenakan tingkat keamanan mesin BBM tidak ada jaminan berfungsi baik. Hal itu yang terjadi dengan kasus kebakaran pom mini yang mencelakai rumah Mufid, hingga membuatnya mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta lebih.“Rumah bangunan permanen beserta isinya, termasuk mobil sedan merek Honda Naestro tahun 1993, habis terbakar. Kerugian material ditaksir kurang lebih Rp 100 juta. Dalam peristiwa tersebut tidak terjadi korban jiwa, namun Alif Fajar (19) salah seorang keluarga korban mengalami luka bakar ringan di kaki,” ungkap Kapolsek Batang Kota, AKP Asfauri, seperti dilansir Radarpekalongan.co.id.Dari berbagai kasus kebakaran pom mini yang tentunya berbahaya bagi keselamatan, baik pemilik maupun warga sekitar, maka perlu adanya kebijakan tegas dalam proses pendiriannya. Baik mengenai izin usaha maupun dari adanya jaminan keamanan mesin yang kini diperjualbelikan secara bebas di pasaran.Tanpa adanya aturan tegas dari pemerintah pusat, di daerah pun pihak terkait tidak bisa melakukan apapun saat terjadinya kasus kebakaran tersebut. Bahkan untuk melakukan pengawasan terhadap keamanan mesin pom mini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kabupaten Batang, tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut.Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti menyatakan, hingga kini pemerintah belum memiliki dasar untuk menertibkan keberadaan penjual bensin eceran itu. Padahal, usaha semacam itu jelas dinilai melanggar UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas).“Kami memastikan pendirian usaha pertamini itu tidak mengantongi izin usaha karena memang belum ada regulasi yang mengaturnya. Jika warga nekat membuka usaha tersebut bisa dinyatakan usaha itu berdiri secara ilegal,” kata Dewi Wuriyanti beberap waktu lalu.

Komentar

VIDEO TERKINI