Rentan Terjadi Kebakaran, Keamanan Pom Mini Dipertanyakan

Juli 23, 2019
Belum ada gambar

BATANG, RAKYATJATENG – Bisnis SPBU mini atau dikenal pom mini, saat ini terbilang cukup menjamur di masyarakat, baik di perdesaan sampai menjalar ke wilayah perkotaan. Namun, belum ada jaminan dari pemerintah mengenai keamanan peralatan pom mini itu.Pemerintah daerah hingga pusat, kini masih terus mencari formula dalam melakukan penertiban pom mini dengan tujuan melindungi pemiliknya maupun konsumen yang mengisi bahan bakar kendaraannya. Sayangnya, sampai saat ini belum ada regulasi mengenainya, sehingga pom mini bermunculan bak cendawan di musim hujan. Pemiliknya pun tidak memahami seberapa jauh standar keamanan dari tangki BBM mini yang dibeli seharga Rp 6-10 jutaan tersebut.Maka, kasus kebakaran berbagai pom mini pun kerap menghiasi media masa. Tak terkecuali dengan yang terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, seperti di ruas jalan RE Martadinata, Kelurahan Proyonangan Utara, Kecamatan Batang, Jumat (19/7) malam kemarin.Kios pom mini beserta rumah milik H Mufid Safii (65) ludes terbakar. Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kebakaran diduga dipicu karena hubungan listrik arus pendek saat pompa sedang berfungsi, sehingga boks drum berisi bensin terbakar dan meledak. Percikan api kemudian menjalar ke rumah hingga menyebabkan kebakaran rumah.Seketika, api menyambar mesin pompa bensin yang berada di trotoar depan rumah korban, lalu meledak, dan menimbulkan kobaran api serta menyambar seisi rumahnya.Kebakaran tersebut bukan yang pertama terjadi di wilayah Kabupaten Batang. Tercatat, kebakaran pom mini dari kurun waktu 2018-2019 telah berulangkali terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Batang. Satu diantaranya, kejadian di Desa Tersono, Kecamatan Tersono pada 13 Maret 2019 lalu. Diduga akibat korsleting listrik pada bagian saklar, mesin Pertamini, kios pakaian, outlet pulsa counter HP dan kendaraan colt pick up L300 ludes terbakar.

Komentar

VIDEO TERKINI