Makin “Pedas”, Harga Cabai Setan Naik Hingga 100%

Juli 20, 2019

KENDAL, RAKYATJATENG – Meroketnya harga cabai-cabaian ternyata juga terjadi di Kabupaten Kendal. Di sejumlah pasar tradisional, harga untuk semua jenis rata-rata mengalami kenaikan hingga 100%.Sebelumnya, harga komoditas bumbu dapur itu berkisar di angka Rp 30 ribu sampai maksimal Rp 35 ribu per kilogram. Namun hampir sebulan terakhir harganya melonjak tajam. Untuk jenis cabai setan, bahkan menembus angka Rp 60 ribu per kilogramnya. Sementara untuk cabai rawit biasa sebesar Rp 53 ribu, lalu cabai merah Rp 55 ribu.Hasil pantauan, kenaikan juga serta merta terjadi untuk pembelian per ons, yakni tembus Rp 12 ribu. Padahal, sebelumnya hanya berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu. Salah seorang pedagang di Pasar Kendal, Nur Janah mengakui, kenaikan harga cabai sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.Menurutnya, kenaikan dipicu oleh stok cabai yang terbatas akibat musim kemarau. Selain itu juga karena pasokan yang harus dibagi untuk pedagang luar Jawa yang juga mengambil dari Temanggung. “Sampai hari ini (kemarin -red), belum ada tanda-tanda bakal turun harga,” tuturnya.Dijelaskan, stok cabai dari Temanggung sebetulnya cukup melimpah. Namun, pedagang di Kendal juga harus berbagi pasokan dengan pedagang luar Jawa, terutama Sumatra. “Ini yang bikin stok menipis, sehingga harga otomatis naik. Normalnya, perkilonya hanya kisaran Rp 35 ribu, tapi sekarang bisa sampai Rp 60 ribu,” terang Nur Janah.Kenaikan itu pun dikeluhkan masyarakat. Karena harganya kian tak terjangkau, mereka umumnya terpaksa mengurangi volume pembelian. Bahkan, tak sedikit yang memilih membeli paketan bumbu dapur demi berhemat.“Kurang tahu kenapa bisa mahal. 1 ons saja sekarang harganya Rp 12 ribu. Biasanya hanya Rp 4 ribu saja. Terpaksa tidak bisa beli banyak. Yang penting dapat cabai mas. Kadang juga beli bumbu dapur paketan. 1 plastik ada cabainya beberapa biji, bawang dan bumbu dapur lainnya. kalau bagi kami, masyarakat, cuman bisa berharap harga cabai cepat turun. Pemerintahlah yang bisa ikut campur menekan harganya,” Wiwik, salah satu pembeli.

Komentar