Polisi Solo Bongkar Pengoplosan Elpiji Bersubsidi, Segini Keuntungannya Sebulan

Juli 18, 2019
Belum ada gambar

“Kami waktu melakukan penyelidikan ke lokasi, ada kegiatan pengoplosan dari tabung 3 kg diisikan ke tabung 12 kg. Kami langsung mengamankan pelaku dan barang bukti, dan dibawa ke Polresta untuk pemeriksaan,” tutur Kapolres.Menurut dia, pada kasus pengoplosan elpiji bersubsidi ke nonsubsidi, negara dirugikan ratusan juta rupiah. Pelaku mengaku melakukan usaha elpiji oplosan sudah dijalani selama 3 bulan terakhir ini.Setiap satu tabung elpiji ukuran 12 kg diisi empat tabung elpiji 3 kg. Pelaku pengaku mengoplos elpiji bersubsidi rata-rata 1.500 tabung per bulan, hasilnya dijual ke pelanggan sekitar 375 tabung 12 kg.Selain itu, pelaku juga mengaku omset hasil penjualan elpiji tabung 12 kg rata-rata mencapai Rp19,5 juta per bulan.Atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayar (1) huruf b Undang Undang RI nomor.8/1999, tentang Perlindungan Kosumen, ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp2 miliar. Dan, atau pasal 53 UU RI Nomor 7/2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.Pelaku juga dijerat pasal 106 UURI Nomor.7/2014, tentang Perdagangan, ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau denda maksimal Rp10 miliar.(Ant)

Komentar

VIDEO TERKINI