Ganjar Pranowo Bermimpi Ngonthel Keliling Eropa

Juli 11, 2019
Belum ada gambar

Pernah pingsan karena ngebut saat bersepeda tak membuat Ganjar Pranowo kapok. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu justru belajar teknik yang benar. Teknik yang membuatnya jadi antipingsan. Bersepeda juga menjadi caranya bertemu warga.Anisatul Umah, SemarangKecintaan Ganjar Pranowo pada sepeda sudah bisa dilihat dari rumah dinasnya. Di kediaman bernama Puri Gedeh yang ada di Gajahmungkur, Semarang, itu, dipajang dua sepeda kayu buatan Jambi yang ditata berhadapan. Sementara di samping kanan ruang tamu ada sepeda antik beroda satu.Ganjar sangat antusias diajak bicara soal hobinya bersepeda. Masih mengenakan baju dinas lengkap dengan tanda pengenal di sakunya, dia mulai bercerita. “Saat kecil sepeda merupakan barang mewah,” kata pria kelahiran 28 Oktober 1968 itu saat ditemui Senin (1/7) lalu.Saat itu Ganjar tinggal di Tawangmangu, Karanganyar. Ketika orang tua akhirnya membelikan sepeda, dia harus memakai bergantian dengan empat saudara yang umurnya berdekatan dengannya. “Kalau naik sepeda dimenitin atau dihitung berapa putaran. Kalau ada yang melebihi dikit aja, semua teriak woiiiii… gantian,” ungkap anak kelima di antara enam bersaudara tersebut mengenang.Masuk SMP, Ganjar pindah ke Kutoarjo, Purworejo. Sepeda keluarga itu diserahkan sepenuhnya untuk dia demi kepentingan transportasi ke sekolah. Masuk SMA di Jogja, kebiasaan bersepeda nyaris tak pernah dilakukan karena ngekos di dekat sekolah. Ganjar bersepeda lagi ketika kuliah. Dia mendapat pinjaman dari teman. “Sepeda itu sudah dikasih ke saya dan sekarang disimpan juga di rumah ini,” ucap Ganjar.Lulus kuliah, Ganjar kembali jarang sepedaan. Hingga muncul tren sepeda lipat, dia pun tergoda untuk membeli sekitar 2010. Meski tidak rutin, sesekali kakinya kembali mengayuh sepeda. Semangat bersepeda menggebu lagi di periode awal dirinya menjabat gubernur. “Waktu itu waton (asal) beli sepeda di simpang lima. Harganya Rp 3 juta. Rumangsaku (menurut saya, Red) apik,” papar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Komentar

VIDEO TERKINI