REI Jateng: Indonesia Butuh 1,2 Juta Rumah Baru per Tahun

Juli 3, 2019
Belum ada gambar

Pada beberapa bulan ke depan, ia mengkhawatirkan pemerintah akan menerapkan kebijakan uang ketat (tight money politics) untuk mengerem laju inflasi.Bila hal itu diterapkan, berarti akan ada kenaikan suku bunga bank dan hal itu akan berimplikasi pada suku bunga KPR. Turun TajamSigit Wahono menjelaskan penjualan semen produk Semen Indonesia di Jateng pada 5 bulan pertama 2019 mengalami penurunan tajam.”Penjualan semen di Jateng hingga Mei 2019 tercatat 1,25 juta ton, sedangkan pada periode sama 2018 tercatat 1,6 juta ton atau turun sekitar 25 persen,” kata Sigit.Menurut dia, penurunan tersebut disebabkan banyak proyek swasta belum dimulai, investor juga masih wait and see karena Pemilu 2019, libur panjang Lebaran, dan beberapa faktor lain.”Saya kira itu fenomena tahunan. Semester II 2019 kami kira (penjualan semen) akan lebih baik dibandingkan semester I,” katanya.Ia melanjutkan saat ini Semen Indonesia juga masih tetap fokus konsolidasi pascaakuisisi PT Semen Holcim, yang kini berubah menjadi PT Solusi Bangun Indonesia.Sementara itu, Ami Tantri menjelaskan bahwa saat ini ada kecenderungan terjadi kelebihan kapasitas produksi semen nasional.Secara nasional, kapasitas terpasang mencapai 110 juta ton/tahun, sedangkan konsumsi semen 70 juta ton. “Produksi Semen Indonesia sendiri mencapai 40 juta ton,” katanya.Padahal, menurut Arief Yulianto, pada 5 tahun ke depan pemerintahan Presiden Jokowi, fokusnya bergeser ke pembangunan SDM.Hal itu terlihat dari menurunnya pertumbuhan alokasi anggaran untuk infrastruktur pada 2019 yang hanya naik 1,04 persen dari Rp410,7 triliun pada 2018 menjadi Rp415 triliun pada 2019.Padahal, pada periode 2016-2017 mengalami lonjakan pertumbuhan hingga 44,3 persen, dari Rp269,1 triliun pada 2016 menjadi Rp388,3 triliun pada 2017. Setahun kemudian juga masih naik 5,8 persen menjadi Rp410,7 triliun.

Komentar

VIDEO TERKINI