MK Sebut Kata Bawaslu 1.844 Kali saat Sidang Putusan Pilpres

Juni 30, 2019

DEMAK, RAKYATJATENG – Bawaslu Kabupaten Demak mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang gugatan sengketa Pilpres 2019.Dalam putusannya, Majelis MK banyak sekali mengambil pertimbangan berdasarkan pada keterangan yang diberikan oleh Bawaslu.”Dalam putusan MK, kata “Bawaslu” disebut sebanyak 1.844 kali. Artinya MK juga “mengakui” kewenangan – kewenangan Bawaslu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Khoirul Saleh, seusai Evaluasi Internal dengan Panwas Kecamatan se Kabupaten Demak pada Pemilu 2019, Jumat (28/6).Lebih lanjut Khoirul menambahkan, semua pihak harus mematuhi dan menghormati keputusan MK dan menerimanya dengan lapang dada.”Baik yang menang maupun kalah, mari kita bersatu kembali. Jalin silaturahmi, persatuan dan kesatuan kita rajut kembali demi keutuhan bangsa ini,” ujarnya.Sementara itu, terkait pelaksanaan Pemilu serentak yang pertama kalinya digelar dan menjadi catatan sejarah bangsa Indonesia, perlu ditinjau kembali.Pemilu presiden dan pemilu legislatif pada 17 April 2019 itu, banyak menyisakan beragam cerita.Meskipun terbilang sukses, sejumlah pihak banyak yang meminta pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan pemilu serentak kedepannya.Menurut Khoirul, beban penyelenggara pemilu terlalu berat pada pemilu serentak tahun ini, mulai masa tenang, pemungutan suara hingga penghitungan suara tidak ada jeda untuk beristirahat.”Ada delapan anggota kita yang sakit karena proses itu. Untuk kedepannya, pemilu serentak perlu dikaji ulang lagi,” kata Khoirul,Pelaksanaan Pemilu di Demak, sambung Khoirul, dinyatakan lancar dan sukses. Pada saat rekapitulasu suara semua saksi tidak ada yang menyatakan keberatannya dan Bawaslu Demak juga banyak memberikan koreksi baik ditingkat kecamatan hingga kabupaten.”Saksi merasa apa yang menjadi keinginannya sudah tercover saat itu, mereka bisa menerimanya. Ada masalah diselesaikan sejak awal,” ucapnya.

Komentar