2020, Kakao Batang Siap Tembus Pasar Luar Negeri

Juni 29, 2019
Belum ada gambar

BATANG, RAKYATJATENG – Produksi Kakao Batang siap ambil peran dalam memenuhi target ekspor olahan coklat Indonesia tahun 2020 mendatang. Saat ini, produksi kakao di Wonokerso, Kecamatan Tulis yang dikelola PT Pagilaran Milik UGM itu terus mengalami peningkatan.Hal itu dibenarkan GM Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT), Nur Muhib. Disebutkan, tahun 2017 lalu pabrik mampu memproduksi 60-70 ton biji polong, dan mengalami peningkatan hingga 160 ton.“Dari tahun ke tahun produksinya terus mengalami peningkatan. Di tahun 2018, biji polong naik hingga 160 ton dengan luasan lahan 130 hektar. Dari Februari hingga juni ini kami mentargetkan akan memproduksi 150 ton olahan coklat,” terangnya.Muhib menjelaskan, target tersebut diharapkan mampu mendukung ekspor olahan coklat Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Di tahun sebelumnya, produksi kakao di Indonesia hanya berkisar pada angka 400 ribu ton. Namun sekarang produksinya bisa mencapai hingga 800 Ribu ton.“Bulan Juni ini sudah mencapai 260 ribu ton kakao yang diimpor Indonesia. Dan hasilnya pengolahan itu hampir 90 persen diekspor kembali. Dan 2020 nanti kita diharapkan bisa menembus pasar, pengolahan makanan berbasis coklat yang saat ini masih dikuasai Swiss, Belanda, Jerman, dan lainnya,” imbuh Mubin.Dengan kondisi produksi yang meningkat dari tahun ke tahun, pihaknya optimis bisa memenuhi target ekspor. Untuk harga biji kakao di tingkat petani sendiri saat ini berkisar antara Rp 22-26 ribu per kilogram. Sedangkan harga minyak coklat sendiri mencapai 5.700 US Dolar per ton. (nov/RP)

Komentar

VIDEO TERKINI