Tahan Mantan Dirut PLN, Polisi Sita Uang Tunai Rp173 Miliar

Juni 28, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri menggelar ekpos perkara dugaan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) atau solar. Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam perkara ini. Bahkan, uang hasil korupsi senilai Rp 173 miliar berhasil disita aparat kepolisian.Kasus bermula dari laporan polisi (LP) nomor LP/694/VI/2015/Bareskrim tertanggal 5 Juni 2015. Hingga kemudian dikeluarkan surat perintah penyidikan nomor Sprin.Sidik/155.a/VIII2017/Tipidkor tertanggal 9 Agustus 2017.Kasus ini terjadi saat Pamudji menjabat sebagai Direktur Energi Primer PT PLN pada 2010. Kala itu PT PLN mengadakan lelang penyediaan solar untuk PLTGU Tambak Lorok dan PLTGU Belawan. Namun sebelum lelang terjadi, tersangka mengadakan pertemuan dengan HW selaku Presiden Direktur PT Trans Pacific Petrochemical lndotama (PT TPPI).“Proses pengadaan yang dilakukan oleh panitia pengadaan di PT PLN atas perintah dari tersangka NP untuk memenangkan Tuban Konsorsium, PT TPPI selaku leader dari konsorsium itu,” ujar Dirtipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol Djoko Poerwanto di lobi gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).Pemenangan Tuban Konsorsium sendiri terbilang dipaksakan. Mengingat konsorsium itu sebetulnya tidak layak dan memenuhi syarat sebagai pemenang tender untuk kontrak selama 4 tahun, terhitung dari 10 Desember 2010 sampai 10 Desember 2014.Terbukti, Tuban Konsorsium akhirnya tidak mampu memasok BBM jenis solar untuk PLTGU Tambak Lorok dan PLTGU Belawan sesuai dengan perjanjian jual beli setelah sekitar 1 tahun kontrak berjalan.“Atas kegagalan pasokan tersebut PT PLN harus membeli dari pihak lain dengan harga yang lebih tinggi dari nilai kontrak dengan Tuban Konsorsium yang mana mengakibatkan PT PLN mengalami kerugian,” imbuh Djoko.

Komentar

VIDEO TERKINI