15.630 Warga Terancam Kekurangan Air Bersih, Tersebar di Lima Kecamatan

Juni 28, 2019

KENDAL, RAKYATJATENG – Sebanyak 15.630 warga di Kabupaten Kendal terancam kekurangan air bersih pada musim kemarau ini. Mereka tersebar di 17 desa yang ada di lima kecamatan.Warga terdampak kekeringan yang terbesar ada di Desa Pandes, Kecamatan Cepiring dengan jumlah 2.000 jiwa. Setelah itu diikuti Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel dengan 1.796 jiwa, dan Desa Ringinarum sebanyak 1.500 penduduk.Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan, sesuai hasil pemetaan yang dilakukan instansinya, dampak kekeringan akan terjadi di lima kecamatan, yakni Ringinarum, Patean, Pegandon, Cepiring, dan Ngampel.“Terbanyak jumlah warga yang terancam kekurangan air bersih ada di Kecamatan Ringinarum yang tersebar di tujuh desa, yakni Rowobranten, Kedunggading, Kedungasri, Tejorejo, Ringinarum, Mojo, dan Caruban dengan jumlah 5.650 jiwa. Kecamatan Patean berjumlah 3.410 jiwa yang berada di Desa Gedong, Curugsewu, Sidodadi, Sidokumpul, dan Pagersari,” katanya, Kamis (27/6).Kecamatan lain yang terdampak kekeringan adalah Pegandon dengan satu desa, yakni Pekuncen (1.475 jiwa), Cepiring satu desa yakni Pandes (2.000), dan Kecamatan Ngampel tiga desa yaitu Rejosari, Ngampel Wetan, dan Sudipayung (3.095).“Kami siapkan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mensuplai kebutuhan air bersih untuk warga. Warga yang membutuhkan bantuan air bersih bisa mengajukan melalui desa. Nanti desa akan mengajukan ke kecamatan dan diteruskan ke BPBD,” jelasnya.Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Slamet menambahkan, untuk pengadaan air bersih, pihaknya bekerja sama dengan PDAM Tirto Panguripan Kendal. “Bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan tersebut kami beli dari PDAM. Sejauh ini, belum terdapat desa yang mengajukan bantuan air bersih,” katanya. (lid/RP)

Komentar