Harga Daging Ayam Anjlok, Peternak Merugi

Juni 27, 2019
Belum ada gambar

Diterangkan, dengan pola kemitraan biaya bibit ayam, pakan, dan obat disediakan oleh mitra, namun peternak nanti menggantinya dengan daging ayam saat panen. Harga daging ayam peternak dengan mitra sesuai kontrak kerja Rp 18.500 perkilonya.Digambarkan, untuk populasi ayam sekitar 4 ribu ekor peternak menghabiskan pakan sebanyak 13,5 ton. Harga pakan pertonnya Rp 8,5 juta. Biaya bibit ayam, terang dia, Rp 7.500 perekor, dan biaya obat Rp 400 perekor. Total biaya bibit, pakan, dan obat, lanjut dia, ditanggung oleh pihak mitra bagi peternak yang menjalin kemitraan.“Total biaya bibit, pakan, dan obat dibebankan kepada peternak untuk dibayarkan ke kemitraan tapi bayarnya berupa daging ayam. Jika harga daging Rp 18.500 perkilonya dengan pihak mitra, saya harus menyetorkan ke sana (mitra) sekitar 7 ton daging ayam sekali panen. Biar saya mendapatkan hasil, bobot ternak ayam saya harus di atas 7 ton, paling tidak 7,5 ton. Setengah ton ini lah kemitraan akan membayar ke peternak sebagai pendapatan peternak. Padahal peternak harus membayar biaya karyawan, listrik, sekam atau operasional di kandang. Sisa dari itu lah keuntungan peternak,” terang dia.Dengan anjloknya harga ayam, lanjut dia, pihak mitra menahan untuk tidak memanen ayam di usia normal panen, yakni 33 hari-36 hari. Namun panen diundur hingga di usia 58 hari. Pasalnya, jika pihak mitra menjual sesuai harga di tingkat pedagang besar sekitar Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu perkilonya, maka pihak mitra akan mengalami kerugian besar.“Daripada menjual dengan harga rendah itu lah pihak mitra mundur masa panennya dengan harapan harga ayam akan mengalami kenaikan. Namun kami sebagai peternak kelimpungan karena biaya pakan dan operasional di kandang meningkat, jadi peternak yang tetap dirugikan dengan kondisi rendahnya harga ayam ini,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI