Harga Daging Ayam Anjlok, Peternak Merugi

Juni 27, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Peternak lokal mandiri yang tidak menjalin kemitraan dengan perusahaan besar paling terpengaruh dengan anjloknya harga daging ayam ras (broiler) di tingkat peternak. Pasalnya, untuk peternak kemitraan harganya di tingkat peternak masih stabil di angka Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu perkilo.“Yang sangat terpengaruh oleh anjloknya harga adalah para petani ternak mandiri. Di Kabupaten Pekalongan pada umumnya atau sebagian besar adalah peternak kemitraan, sehingga harganya di tingkat petani relatif stabil karena harga kontraktual. Harga ayam hidup di tingkat petani ternak kemitraan masih tetap berkisar antara Rp 19.000 – Rp 20.000 per kilonya,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pekalongan, Siswanto, dikonfirmasi Selasa (25/6).Meskipun harga daging ayam bagi peternak kemitraan sesuai dengan kontrak Rp 18.500 perkilo, namun dengan rendahnya harga ayam ras di kisaran Rp 8.000 – Rp 10.000 perkilo membuat pihak mitra menunda masa panen ayamnya. Akibatnya, peternak kemitraan pun kelimpungan akibat diundurnya masa panen ayam dari kondisi normal 33 hari-36 hari menjadi 58 hari, biaya pakan dan operasional kandang kian membengkak. Selain itu, dengan diundurnya usia panen ayam, tingkat kematian ayam juga semakin tinggi.Salah satu peternak ayam di Kabupaten Pekalongan Waluyo Jati (38), mengatakan, dengan rendahnya harga daging ayam broiler di tingkat peternak, mitra usaha peternak lokal mengundurkan masa panen ayamnya. Pada kondisi normal, kata dia, ayam pedaging bisa dipanen pada usia 33 hari-36 hari. Namun, dengan anjloknya harga ayam panen ayam mundur hingga di usia 58 hari. Akibatnya, biaya pakan dan operasional kandang meningkat.Disebutkan, ada dua sistem usaha peternakan ayam di Kabupaten Pekalongan, yakni pola kemitraan dan mandiri. Ia sendiri mengaku menerapkan pola kemitraan.

Komentar

VIDEO TERKINI