Pengolahan Air Baku dari Bendungan Logung Bakal Dikelola Swasta, Ini Alasannya

Juni 24, 2019
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Pengolahan air baku dari Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang akan disuplai ke PDAM setempat diwacanakan untuk dikelola pihak swasta.”Wacana pengelolaan air baku dari Bendungan Logung diserahkan kepada pihak swasta, salah satu alasannya terkait percepatan,” kata Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini di Kudus, Senin (24/6).Menurut dia, ketika pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta, pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan tentunya lebih cepat dibandingkan harus menunggu anggaran dari pemerintah yang harus melalui berbagai tahapan.Jika nanti benar-benar diserahkan kepada pihak swasta dalam hal pengolahan air baku dari bendungan sebelum disalurkan ke PDAM untuk suplai air bersih kepada masyarakat, bentuk kerja samanya juga akan dibicarakan.Sementara itu pengelolaan yang hendak diserahkan kepada pihak swasta, katanya, juga belum bisa dipastikan apakah seluruhnya atau sebagian dalam hal pengolahan air baku dari bendungan hingga menjadi air yang siap disalurkan oleh PDAM ke pelanggan.”Kepemimpinan Bupati Kudus Muhammad Tamzil bersama Wakilnya Hartopo memang ingin memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat selama lima tahun memimpin, salah satunya terkait kontinuitas suplai air bersih,” ujarnya.Sebanyak 55 sumur PDAM yang selama ini menjadi andalan untuk menyuplai air bersih ke pelanggan, debit airnya mulai menurun.Keberadaan Bendungan Logung Kudus memang sangat dinantikan karena suplai air permukaan menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan sumber air dalam yang debit airnya setiap tahun mengalami penurunan.Untuk bisa memanfaatkan air baku dari Bendungan Logung Kudus, maka perlu disediakan lahan untuk pembangunan reservoir dan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air.Langkah selanjutnya, harus disiapkan lahan untuk tempat penampungan air baku serta instalasi pengolahannya, kemudian penyiapan jaringan tersiernya.

Komentar

VIDEO TERKINI