Kuota Belum Terpenuhi , 10 Sekolah Kekurangan Siswa

Juni 24, 2019

KENDAL, RAKYATJATENG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, hingga pendaftaran Jumat (21/6) lalu, setidaknya masih ada 10 dari total 50 SMP negeri yang belum terpenuhi kuotanya.Namun begitu keterpenuhan kuota itu diprediksi akan terisi diakhir penutupan pendaftaran penerimaan peserta didik baru tersebut. Yakni seperti berasal dari calon peserta didik limpahan dari sekolah yang sebelumnya sudah terpenuhi kuotanya dan lokasinya masih berdekatan.Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Parno, membenarkan bahwa hingga Jumat (21/6) siang atau H-1 penutupan pendaftaran, masih ada beberapa sekolah yang belum terpenuhi kuota jumlah peserta didiknya. Sesuai jadwal, pelaksanaan PPDB masih berlangsung dan akan ditutup pada tanggal 22 Juni pukul 23.59 WIB nanti malam. Datanya selalu bisa berubah, sehingga kemungkinan hingga hari penutupan kuota sudah bisa terpenuhi karena jumlah lulusan SD tahun ini lebih banyak dibandingkan daya tampung SMP negeri.“Bisa jadi nanti tidak sedikit dari sekolah-sekolah tersebut saat ini sudah banyak diisi oleh para calon peserta didik baru yang memindahkan pilihan pertama sekolahnya ke dalam sekolah lain yang masih dalam satu zona,” ungkapnya.Disebutkan Parno, di beberapa sekolah, jumlah pendaftarnya sudah melebihi kuota. Kelebihan itu akan dilimpahkan kepada sekolah yang masih kekurangan kuota namun masih dalam satu zona. Misal, masih kurang satu atau lima siswa hal itu masih dianggap memenuhi. “Saat ini jumlah sekolah yang kekurangan siswa dan melaporkan ke kami ada 10 sekolah,” ujar Parno.Sementara itu, Ketua MKKS SMP Kendal, Agus Chris mengatakan, sistem zonasi akan membuat tidak ada lagi sekolah yang dikategorikan favorit. Karena itu, semua sekolah harus berlomba untuk menjadi dan tampil baik. Dalam penentuan zonasi PPDB, Disdikbud Kendal melibatkan MKKS karena para kepala sekolah mengetahui situasi dan kondisi wilayah sekolahnya.

Komentar