Kemarau, 41 Waduk di Jateng Alami Penurunan Debit Air

Juni 24, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sedikitnya 41 waduk di wilayah Jawa Tengah mengalami penurunan debit air, memasuki musim kemarau tahun ini.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah (DPU SDA TARU Jawa Tengah), Eko Yunianto, mengungkap hampir seluruh waduk mengalami penurunan hingga mencapai 24 persen debit air.”Contohnya, Waduk Malahayu, Cacaban, Rawapening, Kedungombo, Wonogiri, Lalung, Wadaslintang, Sudirman, Jatibarang, Penjalin, Jombor hingga Waduk Tempuran,” kata Eko, Senin (24/6).Eko menjelaskan kondisi terparah saat ini berada di Waduk Tempuran. Semula Waduk Tempuran punya ketersediaan air 1.532 juta meter kubik. Namun kini tercatat hanya 0 kubik.Lebih jauh, Eko mengaku jajarannya sedang mengebut proses pemeliharaan 41 waduk di 35 kabupaten/kota. Pemeliharaan waduk untuk menjaga aliran air ke lokasi pertanian tetap berfungsi dengan baik sekaligus memperkuat daya tampung waduk agar tetap terjaga.”Kami paling tidak sudah memelihara 41 waduk atau setara 1,8 miliar meter per kubik. Biar daya tampung air dapat terjaga,” ungkapnya.Eko menjelaskan kondisi ini juga selaras dengan informasi peringatan dini dari BMKG. Kata dia, kemarau pada tahun ini akan berlangsung cukup panjang hingga mencapai tujuh bulan.Dia menambahkan, bukan hanya waduk saja,melainkan sungai juga mengalami penyusutan debit air.Kata dia, saat ini pihaknya melakukan pemantauan terhadap penyusutan debit air di beberapa wilayah di Jawa Tengah.”Di area sungai kita juga punya 135 kontrol poin di sungai. Tepian semua sungai secara kasat mata sudah mengering,” imbuhnya.Eko menerangkan dengan kondisi irigasi di negara kita yang masih mengandalkan aliran air sungai, maka saat ini membuat kebutuhan air untuk lahan pertanian semakin menurun.

Komentar

VIDEO TERKINI