Daftar PPDB Online, Calon Siswa SMA/SMK di Jateng Wajib Ambil Token

Juni 22, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Calon siswa SMA/SMK negeri di Jawa Tengah wajib mengambil token sebelum pendaftaran dalam jaringan (daring/online). Token itu nantinya menjadi kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain.”Token digunakan bagi calon peserta didik untuk bisa mengikuti pendaftaran secara online. Artinya, token berfungsi sebagai pin. Token juga untuk menghindari akun ganda dari calon siswa,” beber Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri.Untuk SMA, pengajuan akun bisa dilakukan pada 24-28 Juni 2019. Sementara SMK sudah dimulai pada 17 Juni lalu dan berakhir pada 28 Juni mendatang.”Catat tanggalnya dan segera dapatkan tokennya. Sehingga bisa melakukan pendaftaran online pada 1-5 Juli mendatang,” terang Jumeri.Dia menjelaskan, token bisa diperoleh jika calon siswa melakukan verifikasi berkas di SMA/SMK negeri terdekat. Tidak harus di sekolah tujuan.Berkas yang mesti dibawa mulai dari fotokopi ijazah SMP/sederajat, fotokopi akta kelahiran dengan batas usia maksimal 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru 2019/2020, dan belum menikah. Berkas aslinya ditunjukkan saat verifikasi.Selain itu, juga membawa kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat enam bulan atau Surat Keterangan (SK) domisili dari RT/RW diketahui oleh lurah/kades setempat. SK itu menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat enam bulan sebelum pendaftaran PPDB.Bagi siswa berprestasi, menyertakan fotokopi piagam prestasi tertinggi yang dilegalisasi pejabat berwenang. Dengan catatan prestasi sesuai kriteria yang ditetapkan untuk jalur prestasi.Siswa pada jalur perpindahan tugas orang tua/wali diminta membawa surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan.”Untuk SMK, calon peserta didik menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter. Surat itu menerangkan hasil pemeriksaan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih calon peserta didik. Misalnya, jurusan teknologi dan rekayasa disyaratkan sehat mata dan tidak buta warna,” terang Jumeri.

Komentar